“iiihhhh, ini mah cuma dosa kecil kaleee. qt cuma ngomongin dia doank kok, qt ga’ mukul dia, ga’ nyubit dia, pokoknya ga’ nyakitin dia deh. Lagian qt ngomongin yang bener-bener aja kok, emang bener dia tuh suka nge-garing, emang bener dia tuh narsis, emang bener dia tuh bla, bla, bla,,,,”

Hahaha, mungkin itu reaksi dari temen-temen kita yang dinasehatin untuk ga’ nge-gosip. Umumnya mereka ngeluarin pendapat pembelaan. Mungkin bagi sebagian orang nge-gosip itu emang pekerjaan yang menyenangkan plus menyalurkan bakat buat jadi presenter acara gosip. Bagi saya sendiri, acara gosip di tivi-tivi itu emang efektif dan ngebuat hati seneng kok (efektif ngabisin waktu, dah itu ngebuat kita lalai n’ tentunya ngebuat hati para setan seneng hehehe, tapi bener lho, emang tugas setan itu ngebuat kita lalai!).

Walaupun pembukaannya dibuka dengan tulisan tentang gosip, tulisan ini ga’ ngebahas tentang gosip kok. Soalnya saya kuatir klo ngebahas tentang gosip, “klo salah itu berarti fitnah n’ klo bener itu masuk ke ghibah” (lho…? Agak-agak ga’ nyambung ya ^_^). kita bakalan ngomongin tentang ngegampang-gampangin dosa.

(more…)

Because you’re so special … ato you are the only one…

Aiihhh, kata-kata kayak gitu emang sering kita denger. Biasanya lewat film ato lagu yang bertemakan roman picisan, yang sering dijadiin referensi oleh para playboy buat ngedapetin hati si ce’. Jadilah si ce’ berbunga-bunga hatinya, saat si co’ dengan dengan lihainya memainkan jurus gombalnya (Maklum, orang bilang co’ tuh suka ngegombal, tapi ce’ emang suka digombalin hehheee,,, nah lhooo, Makanya ati-ati..! ).

Opz,,, tenang-tenang, bukan buat ngasih tutorial ngegombal ato ngebongkar jurus-jurus gombal, sama sekali tulisan ini ga’ dibuat untuk tujuan itu. Tulisan ini buat ngingetin kita,,, NTAR LAGI RAMADHAN LHOOO… sekali lagi ah… oiiii, NTAR LAGI RAMADHAN LHOOO… eh, sapa tau dapet istri (hohoho, ngarep..! aamiin ^_^) piring cantik (tiga kali kan…?), sekali lagi ya… NTAR LAGI RAMADHAN LHOOO ^_^

Haaaa, RAMADHAN….???!!! Masih lama kaleeeee…!

(more…)

Tadi malam begitu dingin
sedingin hatiku yang membeku
rapatnya lingkaran kita,
rupaya memang belum cukup
untuk menukar dingin dengan kehangatan
ah, bodohnya…
sebodoh pertanyaanku padamu,
dengan bahasa yang juga bodoh,
dengan suara yang bergetar
sebuah pertanyaan tentang “pentingkah…?”
akhirnya…
(more…)

Semenjak reformasi digulirkan, parpol (partai politik) di Indonesia tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Kalau jamur aktif di musim hujan, maka biasanya parpol akan aktif di musim pemilu. Setelah musim penghujan berlalu, biasanya jamur akan menghilang. Nah, sama! Setelah musim pemilu berlalu, biasanya parpol juga bakal banyak yang ngilang. Miris….!

Terlepas dari itu semua, akhirnya kita bisa tau nama-nama dan nomor urut parpol yang bakal berjuang di pemilu 2009 nanti. Berikut ini nomor urut dan nama parpol peserta pemilu 2009 :

1. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)
2. Partai Kebangkitan Peduli Bangsa (PKPB)
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P-PPI)
4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
5. Partai gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI)
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

(more…)

Setelah beberapa hari ga buka detik.com, akhirnya pagi ini saya berkunjung juga ke situs itu. Mantapz, tampilannya ternyata berubah…. Kerenzlah, lebih fresh…! ^_^

Ga semuanya berubah… Klo diliat dari segi komposisi warna, ternyata detik.com teteup mempertahankan komposisi warnanya. Mungkin detik.com ga mau terlalu ambil resiko dengan mengubah komposisi warna dominannya, kuatir pengunjungnya ngerasa “asing” kali ya. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat masyarakat umum dah familiar banget dengan komposisi warna yang seperti itu. Dan klo kata saya pribadi, kompisisi warna seperti itu emang dah cukup bagus.

Perubahan yang paling kerasa banget, ya di layout-nya. Di bagian body, layout-nya dibagi jadi tiga, right, (more…)

“Qum ya Hudzaifah…!”

Maka Hudzaifah pun berdiri, berangkat mengintai dan menyelinap ke perkemahan kaum kafir Quraisy pada saat perang Khandaq. Dengan kejujurannya, ia pun mengakui bahwa sebenarnya ia didera ketakutan ketika Rasulullah memerintahkannya untuk melakukan kegiatan spionase itu. Bagaimana tidak, tugas berat itu harus dilakukan di bawah deraan rasa lapar, terpaan hujan es, dan deru topan yang menyapu gunung-gunung di Sahara.

Setelah berhasil masuk ke barisan kaum kafir, ia terjebak pada inspeksi mendadak yang dilakukan oleh pembesar Quraisy saat itu, Abu Sufyan. Sebuah inspeksi yang menyebabkan ia bisa berdekatan dengan pembesar Quraisy itu, sebuah keadaan yang menyisakan ruang cukup leluasa untuk melepaskan anak panah guna membunuh Abu Sufyan.

Apa yang terjadi selanjutnya . . . . . . ???

(more…)

Seperti hari-hari belakangan ini, saya selalu membeli buku secara tidak sengaja. Lho, kok bisa? Iya, soalnya pas maen ke toko buku, niatnya cuma untuk liat-liat aja, liat aja kan ga beli hehehe…. ga ding becanda, ya klo ada buku yang minat, ya dibeli lah ^_^

Satu per satu buku yang dipajang di dinding udah diliat, dibaca judulnya, diliat pengarangnya, kayaknya ga ada yang cocok dibeli deh. Tenang,,, tenang,,, bukan karena ga cocok ama minat, tapi ga cocok ama kantong hohohoho ^_^

Akhirnya memutuskan untuk pulang. Tapi,,, nih mata kayaknya ga ikhlas klo ga liat-liat buku yang di etalase. Akhirnya dipaksain deh ngeliat-liat buku yang di etalase, walaupun harus sambil jongkok, nungging, n’ miring-miringin badan (agak tengsin juga sih hehehe, tapi ga pa2 ah). Yaaah, teteup ga ada juga yang mau dibeli. Pas ngeliat ke luar toko, Si Echie (adik saya), udah ngeliatin aja, seolah menyampaikan pesan “Buruan tau! Dah lama nieee”. Tapi tunggu,,,,di pojokan etalase, ada judul yang ngebuat mata saya berbinar…. ^_^

Ya Allah, ini keberuntungan yang keberapa dalam membeli bahan bacaan. Edisi khusus suatu majalah yang setahunan ini saya cari ke toko buku, saya kejar ke penyalur resminya, dan harus berakhir dengan kecewa karena ternyata edisi itu udah ga bersisa dan ga diterbitin lagi. Ternyata hari ini saya melihat judul yang sama dalam bentuk buku. Fantastis! Berikut ini saya resensikan untuk Anda…..

Siap? Tunggu dulu…. bernasyid sebentar yukz ^_^, mari kita buka dengan basmalah

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Buku setebal 138 halaman yang diterbitkan Tarbawi Press pada Juni 2007 ini, berjudul “Bercermin di Telaga Cinta Sang Guru“. Di sampul depannya ada foto bersahaja seorang tua dengan tatapan lembut, namun sinar matanya tetap tajam, itulah “sang guru”, KH Rahmat Abdullah.

Bab pertama buku ini berjudul “Telaga Keyakinan dalam Pilar-Pilar Asasiyat“. Dibawah judul itu, tertulis untaian kata yang diambil dari tulisan “sang guru” di kolom Asasiyat Tarbawi edisi 51, begini isinya, “diperlukan suatu hentakan yakin yang akan melahirkan keberanian, keteguhan, dan kesabaran, tertolak dari jaminan yang tak pernah lapuk”. Tulisan ini membawa ingatan saya pada Bilal bin Rabah, seorang mantan budak dari Habsyi. Mungkin karena sesuatu yang disebut dengan “keyakinan” itulah, sang muadzin Rasul itu tahan dipanggang di bawah teriknya padang pasir, lalu sosok lemah itu masih dengan tegar berucap “ahad,,, ahad,,,“.

Bab ini berisi ringkasan pemikiran Ustadz Rahmat, sapaan untuk KH Rahmat Abdullah, yang pernah dimuat

(more…)

Apa sebenarnya yang tak bisa dipetik oleh orang-orang yang setiap hari menyaksikan banyak kejadian dalam hidup dan kehidupannya? Setiap hari kita dijejali dengan berbagai kisah kehidupan, ntah itu sedih ataupun senang. Setiap hari juga kita menonton tayangan kehidupan antar manusia, ntah hina ataupun bersahaja. Setiap hari yang terdiri dari rajutan waktu, yang kita bongkar lembar demi lembar untuk mengurai problematika yang ada. Mungkin bukan karena tak ada bisa dipetik dari rentetan kejadian itu, tapi jangan-jangan karena kita enggan untuk memetiknya, sehingga hikmah hilang begitu saja, melangkah jauh, hilang tak berbekas…

Ada bangsa kera, yang terkenal dengan kedunguan dan kelicikannya, pernah hidup di bumi ini. Tidak tanggung-tanggung, seorang Musa, seorang Yusuf dan seorang Isa pun pernah diutus untuk memperbaiki tingkah polah kehidupan mereka, sayang sikapnya tak berubah, malah makin menambah-nambah. Sayang sekali, mukjizat di balas dengan kedunguan hati yang hitam pekat. Perintah untuk memasuki Bumi Suci yang dijanjikan mereka tolak dengan dengan hati pengecut meminta dispensasi, “Ya Musa, engkau berperang berdua saja dengan Tuhanmu”. Padahal sesaat sebelum itu, bangsa kera itu telah menyaksikan bagaimana Laut Merah terbelah dan Fir’aun tenggelam di dalamnya. Maka apa lagi yang mereka ragukan? Bahwa bersama Musa dan Tuhannya, mereka akan hidup makmur penuh kedamaian berdiam di Bumi Suci yang dijanjikan. Ah, andai mereka berfikir, mereka tidak perlu dihukum tersesat selama 40 tahun di Padang Tih.

Belakangan ini kita juga disuguhkan berita tentang ulah anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI yang

(more…)

Smangat!!!

Dunia
Akulah pemuda
Yang lahir dari rahim peradaban
Dibesarkan oleh zaman
Dididik oleh pengalaman

dunia
Izinkan aku menyampaikan dengan jelas
Dengan tegar dan semangat
bahwa aku punya cita
Tak sekedar kata dan orasi
Tapi kerja nyata dan realisasi

dunia
Izinkan aku mengabarkan
Bahwa di tanah pertiwi ini
Masih ada pemuda yang peduli
Pada keadaan negeri ini

Dan aku pun rela . . .
Jika tubuh ini menjadi gontai karena lelah

(more…)

saya n\' papa

Setiap bangunan megah di muka bumi, selalu dibangun oleh seorang arsitek. Bangunan peradaban saat ini pun dibangun oleh arsitek berjiwa besar dengan kontribusi yang besar juga. Arsitek-arsitek itu mungkin tak selalu memiliki nama besar dan terkenal, tapi arsitek-arsitek peradaban itu tersebar di luas di tempat umum, atau menyusup di tempat-tempat sempit. Tidak peduli di mana tempatnya, nyatanya mereka tetap memberi kontribusi yang besar untuk bangunan peradaban ini.

Masing-masing bangunan ada arsiteknya sendiri. Begitu juga dengan rumah tangga, arsiteknya tak lain tak bukan adalah seorang ayah. Di rumah saya, arsitek itu dipanggil “papa”. Papa, seorang seorang yang darinya saya banyak belajar tentang ketegasan, sikap pantang menyerah, menjadi lebih berani, dan berbagi cinta kasih. Bahkan secara tidak disadari (Alhamdulillah sekarang sudah sadar ^^), salah satu kontributor konsep “motivasi tiada henti” dalam diri saya adalah beliau, ayah saya.

Di malam-malam yang sepi, kadang kami ngobrol bersama, sambil minum teh hangat. Beliau bercerita tentang perjuangan keras yang beliau hadapi. Bercerita tentang masa-masa sulit, masa-masa harus

(more…)

Next Page »