Hayooo… Ramadhan ? mentalitas ulat atau ular neh . . . ???

Ramadhan 1428 H sudah hampir berakhir. Tiap Ramadhan akan berakhir, tiap itu pula pendapat masyarakat muslim (minimal identitas di KTP) terbagi menjadi tiga kelompok besar. Pendapat pertama adalah pendapat orang-orang yang seolah baru bangun tidur, “oh, Ramadhan udah mau selesai ya. Masa’ sieee ? emang mulainya kapan? ”. Nih orang mungkin punya penyakit apatis stadium 4, penganut fanatik faham cuekisme. Atau mungkin orang ini adalah “pemuda kahfi” yang bangun kesiangan? Tapi rasanya terlalu konyol mengaku sebagai pemudah kahfi di jaman sekarang ini. Pendapat kedua adalah pendapat orang-orang yang merasa keberatan terhadap hadirnya Bulan Ramadhan, “Alhamdulillah, akhirnya selesai juga Bulan Ramadhan ini. Yes! “. Orang jenis ini h-a-n-y-a menganggap Ramadhan adalah bulan menahan lapar dan haus. Yang didapatkan oleh orang jenis ini pun tidak berbeda jauh dengan anggapannya, yaitu hanya lapar dan haus saja. Pendapat ketiga adalah orang-orang yang sadar bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, Ramadhan adalah bulan tarbiyah, Ramadhan adalah bulan hidayah. Mereka berpendapat lebih kurang seperti ini, “sepertinya begitu cepat bulan ini berlalu. Belum puas rasanya membasahi mata ini dengan air mata munajat. Semoga masih ada jodoh untuk berjumpa dengan Ramadhan di tahun depan.”. Paragraf ini saya tutup dengan pertanyaan, “hayooo, kita termasuk golongan orang yang mana?”

Jawaban terhadap paragraf di atas akan berimplikasi pada mentalitas kita. Seperti judul di atas, sebenarnya kita punya mentalitas ulat atau ular sih ? Ulat dan ular sama-sama memiliki waktu untuk “puasa”. Jadi, yang puasa itu bukan hanya manusia saja, tapi juga ke dua hewan ini. Ulat, setelah puas makan dan minum, akan “berpuasa” di dalam kepompong. Di masa ini, ulat tidak melakukan aktifitas apapun. Pokoknya cool, calm, and confident deh. Ular pun seperti itu, setelah puas makan (misalnya memakan seeokor anak kambing), hewan ini akan “berpuasa” selama beberapa kurun waktu. Mencari tempat untuk mangkal, lalu nggak ngapa-ngapain. Pokoknya jadi makhluk baek-baek deh. so, kedua hewan ini punya kesamaan, yaitu sama-sama punya waktu untuk berpuasa.

Walaupun kedua hewan ini punya waktu untuk berpuasa, namun hasil dari kedua hewan ini setelah selesai dari masaa puasa sangat berbeda. Ulat, setelah mengalami masa puasa, berubah menjadi makhluk anggun yang mempesona, mencari makan dari intisari bunga serta membantu penyerbukan bunga, namanya pun berubah menjadi kupu-kupu. Orang yang melihatnya pun jauh lebih senang bila dibandingkan dengan pada saat melihat kupu-kupu tersebut berwujud menjadi ulat.

Berbeda dengan ulat, ular setelah melewati masa puasanya tidak memiliki perbedaan yang berarti, paling hanya ganti kulit saja. Selebihnya sama saja, bahkan mungkin lebih ganas. Ular akan kembali berkeliling, menangkap mangsa, memakannnya, lalu puasa lagi. Begitu seterusnya sampai akhir hanyatnya. Intinya, ular hanyalah hewan yang alim sesaat, yaitu pada saat puasa. Selebihnya ular adalah hewan yang menakutkan, melambangkan kelicikan. hiyyy syereeemmm

Nah, mentalitas apa yang kita miliki terkait dengan Bulan Ramadhan ini . . . ? Bulan di mana kita, minimal, menahan makan dan minum, sama seperti ulat dan ular. Hanya prilaku kita yang akan membuktikan jawaban kita. ^_^

About these ads

2 thoughts on “Hayooo… Ramadhan ? mentalitas ulat atau ular neh . . . ???

  1. Semoga Ramadhan kali ini membuat kita menjadi orang yg lebih tebal imannya, lebih kuat taqwanya, dan lebih santun perilakunya. Amin.

    ———
    Ded, tukeran link ya… ;P
    jalan2 ke sini nih : andrisetiawan.wordpress.com
    (sementara andrisetiawan.net blum terpublish :D)
    hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s