Gambar pengemis

jangan tanya bagaimana kreativitas kami,
kreativ
itas kami tanpa batas karena keterbatasan

jangan bertanya tentang kelaparan,
gemetar tubuh kami menahan lapar
panas perut kami diganjal angin
keringat dingin adalah teman setia kami,
karena kami kelaparan

kami telah mengais sampah untuk makan,
menelusuri comberan rumah makan,
mencuci nasi bekas, lalu menjemurnya
kemudian dengan lahap kami makan kembali

Jangan bertanya tentang dahaga,
kami telah terbiasa menelan ludah
meminum liur kami sendiri
kadang air hujan, bahkan air comberan

anak-anak kami bermain riang gembira,
menjilat ingus sambil bermain
menggunakan tutup panci untuk badminton,
menggunakan tutup botol untuk kelereng,
berebut bekas mainan anak orang kaya di pinggir kali,
memungut satu dua robot-robotan yang telah rusak.

olah raga favorit kami,
ialah berlari dikejar satpol PP,
mengingsut sepanjang jalan raya,
berlari di kejar massa
karena kedapatan mencuri dan memalak

kepada Anda semua,
jangan jual kami ketika pemilu,
jangan jual kami di tempat ibadah,
jangan jual kami di media,

jangan,, jangan,, jangan,,
kami tak butuh formalitas,

kami tak butuh sekedar antusias
kami butuh kerja yang menjadi realitas
agar masalah kami ini tuntas

Dedi Setiawan, 18 Juni 2008, 17.55 WIB
@ Istana Inspirasi (Villatel Putra, kelak dari kamar inilah masyarakat akan lebih berdaya)
========================================================
Motivasi dan inspirasi menulis :
- Anak-anak Gang PGA yang bermain badminton menggunakan tutup panci sebagai raket dan botol aqua gelas sebagai bolany (cock-nya).
- Anak-anak di student center IT Telkom