Tadi malam begitu dingin
sedingin hatiku yang membeku
rapatnya lingkaran kita,
rupaya memang belum cukup
untuk menukar dingin dengan kehangatan
ah, bodohnya…
sebodoh pertanyaanku padamu,
dengan bahasa yang juga bodoh,
dengan suara yang bergetar
sebuah pertanyaan tentang “pentingkah…?”
akhirnya…

semuanya menjadi jelas
sejelas rasa dingin tadi malam…

pagi ini begitu hangat,
sehangat cinta diantara kita
kita bergurau, bercanda, dan tertawa
berlari dan bercakap…
oh, indahnya….
ku ingin, rasa ini bertahan lama
ku ingin, cinta ini semakin erat
ku ingin, persaudaraan ini semakin kokoh
seperti Muhammad, Salman, Bilal, dan Abu bakar

Dedi Setiawan @ villatel, 13 juli 08. 8.27 WIB