Bukan karena kita lelah, lalu serta merta kita beristirahat. Merasa nyaman berlama-lama dalam istirahat panjang, kita tergoda, kita menikmatinya, kemudian berhenti selamanya. Kita boleh beristirahat, tapi sekedarnya saja. Bukan untuk selamanya. Tentu kita tidak ingin, seperti kata Chairil Anwar, sekali berarti, sudah itu mati.

Seperti darah yang terus mengalir dalam tubuh. Ia mengalir deras, menyapu tiap sudut ruang lingkupnya. Menjamah tiap lekuk arteri dan vena. Ia tidak diam. Karena ketika dia diam, maka itu berarti kematian.

Layaknya jantung yang berdetak. Ia memompa darah. Menciptakan gairah gerak dalam raga. Ia juga yang menjadi tanda rasa kita; berdebar. Ia bergerak. Itu juga yang menjadi salah satu identitas kehidupan kita, jantung yang terus berdetak.

Bergeraklah…! Bukan hanya karena bergerak bisa mengusir rasa bosan dari dalam diri kita. Bukan juga karena diam menyebabkan kita menjadi busuk seperti air yang tidak mengalir. Lebih dari itu, bergerak membuat hidup kita terasa lebih hidup. Lebih bermakna. Lebih memiliki arti. Dan lebih berguna.

Jika bergerak menyebabkan kita merasa lelah, maka sesungguhnya diam menyebabkan kita lemah. Parameternya bukan pada sedikitnya tenaga yang dikeluarkan, tapi karena diam menyebabkan otak kita tidak berpikir dan otot kita tidak bekerja. Itulah yang menyebabkan kelemahan. tinggal kita memilih di antara dua pilihan; lelah atau lemah.

Dunia; Di sinilah panggilan jiwa bertemu dengan objeknya, hingga menghasilkan momentum. Kita menyebutnya momentum gerakan. Ketika panggilan bergerak itu datang, maka sambutlah. Bahkan ketika panggilan itu tidak jua kunjung datang, maka carilah. Seperti kata Rahmat Abdullah, “Seonggok kemanusiaan terkapar. Siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang menanggungnya,semua atau sebagiannya”

Salam semangat…! ^_^

Dedi Setiawan, 29 Agustus 2008 (satu bulan menuju hari itu ^_^) , 08.35 WIB

@ Istana Inspirasi (Villatel Putra 105, Bandung. Kelak dari kamar inilah masyarakat akan lebih berdaya)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Motivasi dan ispirasi menulis :

- Ingatan tentang puisi Chairil Anwar

- Tulisan mas wildan di bloemlezing, Seperti Jantung yang Terus Berdetak

- Kata-kata alm. Rahmat Abdullah