Kalau pemuda disebut sebagai “ikon zaman”, itu bukan suatu kebetulan. Itu bukan sebuah pengakuan buta! Bukan pula sebuah kasihani iba dari para orang tua! Nyatanya memang geliat tangan tangguh pemuda senantiasa mengukir catatan di lembar sejarah manusia.
Pemuda tumbuh dan berkembang dengan segala macam potensinya. Potensi itulah yang kemudian menciptakan trend di masyarakat. Kita ambil contoh gaya rambut, mulai dari punk, spike, jambul sampai kelimis, itu semua pernah dipopulerkan oleh makhluk yang menyandang predikat sebagai pemuda. Cara berpakaian pun seperti itu, mulai dari yang tertutup sampai yang buka-bukaan, itu semua juga pernah dipopulerkan oleh pemuda. Acara-acara televisi di negeri ini, yang saat ini cenderung mengalami keseragaman tema, itu juga trend-nya ditentukan oleh pemuda. Dan kalau kita mau lebih teliti lagi, tentunya kita akan menemukan banyak sekali trend di masyarakat yang pada akhirnya bermuara pada satu pesan: eksistensi pemuda!
Sebenarnya eksistensi itu tidak perlu diragukan lagi. Misalnya di negeri ini, bukankah tidak ada yang meragukan bahwa pergantian era kepemimpinan di negeri ini di tentukan oleh tangan pemuda? Iya, benar. Tapi di sinilah uniknya, kita tidak sedang bicara tentang suatu generasi yang mewakili generasi lainnya. Di sini kita bicara tentang generasi yang ingin berkontribusi langsung di jamannya, bukan diwakili oleh generasi sebelumnya pada masa lalu.
Wajar saja kalau keinginan untuk berkontribusi itu begitu kuat melekat pada diri pemuda. Ternyata ia memang memiliki perangkatnya dengan sempurna; fisik, ide, dan tekad. Secara fisik, ia muda, kuat, gagah, dan mempesona. Fisik itu kemudian dilengkapi dengan ide-ide cemerlang, kreatif, dan inovatif. Tidak berhenti di situ, pemuda juga memiliki tekad. Ia bukanlah anak kecil yang cengeng, bukan juga orang tua yang telah lelah, tapi ia adalah pemuda dengan tekad yang kuat. Dan perangkat ketiga inilah yang paling dominan menentukan sejauh mana ia akan berkontribusi. Jadi, sangat wajar rasanya jika seorang pemimpin dunia sekaliber Umar Bin Khatthab pernah berkata: jika saya menghadapi persoalan rumit, maka saya panggil pemuda.
Itulah pemuda, dengan segala kerumitan emosional dan gejolak jiwanya. Pun begitu, ia berhasil keluar dari ego pribadinya. Ia keluar dari dirinya sendiri. Menuju orang lain yang lebih membutuhkan. Menuju masyarakat yang memanggilnya. Maka tidak berlebihan rasanya, jika tulisan kali ini saya tutup dengan sebuah puisi dari Anis Matta, mungkin kata-katanya mewakili jiwa-jiwa muda kita, simaklah kawan.
Aku datang menguak fajar
Katakan padaku wahai waktu
Apa yang dapat kuberikan
Pada sejarah hari ini
Aku datang mengantar senja
Katakana padaku wahai malam
Berapa bintang kau perlukan
Untuk menerangi langitmu
==============================================================
Dedi Setiawan, 28 Oktober 2008
@ istana inspirasi, Villatel Putra 105, dari kamar ini, kelak masyarakat akan lebih berdaya
October 29, 2008 at 12:20 am
Saat yang muda memimfin!!!
Sekalifun di parlemen sekarang banyak femuda yang berkarya… namun wajahnya hamfir semua menyedihkan, terbawa arus yang tua-tua kali ya???
October 29, 2008 at 1:14 am
sumpaaahhhh..kalo gw..pemudi asli..bukan pemuda..
hehe..
October 29, 2008 at 1:23 am
ada enaknya jadi pemuda, mereka ngak banyak pertimbangan soal masa depan dibandingkan orang tua yg udah memiliki beban pikiran sendiri. Misalnya kalau sy melakukan tindakan melawan bos, sy bisa dipecat, lalu istri makan apa…dan anak anak bisa putus sekolah hehehe sedih juga jadi bapak saya yah hahaha nanti kita juga bakal ngalamin kok
October 29, 2008 at 10:38 am
pemuda? banyak yang berteriak dan banyak juga yang diam saat ada yang menyebut sumpah pemuda.. tapi bukankah implementasi real dari tindakan bangun bangsa lebih indah terngiang dalam telinga daripada terikan teriakan2 “bangkit pemuda” he..he… setuju om? he..he..
October 29, 2008 at 10:41 am
sumpah saya kalo ada ada presiden yang berani mengatur gaji DEWAN dan pegawai pemda sesuai UMR saya pilih tuh di pilpres thn depan
October 29, 2008 at 1:04 pm
Sumpah……………
Saya suka sekali puisi Anis Mata-nya
Menggugah…
Membangun motivasi pemuda…
sekaligus membangunkan para pemuda yang sedang ‘ngorok’
saatnya pemuda bangkit….
saatnya pemuda yang memimpin….
bangunlah wahai pemuda pemudi….
INDONESIA MENANTI KIPRAHMU…..
MEMPERBAIKI IBU PERTIWI…..
October 29, 2008 at 1:14 pm
Sumpah (juga ikut2 comment yg lain).. aku ragu apakah kita masih inget misi sumpah pemuda 80 tahun lalu???
October 29, 2008 at 2:20 pm
hai….pemuda pemudi
jangan cuma bicara
mari sama2 berbuat untuk bangsa
October 29, 2008 at 5:15 pm
Akulah pemuda itu…wkwkwkw :p
October 29, 2008 at 8:13 pm
ayo bangkit pemuda !
October 29, 2008 at 10:38 pm
saya pernah baca buku kontroversi sejarah, konon manifesto politik lebih berpengaruh dari pada sumpah pemuda dalam misinya mengumpulkan jong2 java, sumatra dll, tapi masih kabur fakta2 nya
October 30, 2008 at 2:23 am
sumpah, saya MASIH pemuda
October 30, 2008 at 10:12 am
semangat sumpah pemuda banget….
October 30, 2008 at 7:33 pm
sumpah….pemuda harusnya bergerak untuk indonesia !
October 31, 2008 at 3:43 am
sumpe loe??!!
October 31, 2008 at 6:56 pm
hmm .. agak susah kalau bersumpah .. hehe
November 1, 2008 at 7:52 am
saia suka puisinya..
bagus!
thanks ya udah mampir di http://saimie.wordpress.com/
November 1, 2008 at 10:01 am
PeMuda adalah bagian dari tulang punggung dari Bangsa ini. Sambut Sumpah pemuda dengan Semangat baru untuk kebangkitan bangsa Indonesia. Bangkit pemuda Indonesia!!!
November 1, 2008 at 3:23 pm
wah, jadi malu…
kmrn aja blom tentu inget klo tgl 28 itu sumpah pemuda…
November 3, 2008 at 1:41 am
waaa… kapan ya gw bisa ngasi kontribusi ke negara…
November 4, 2008 at 1:44 am
sumpah pemuda!
jadi inget temen SMP, sumpeda namanya.
pemuda/di sekarang dibentuk oleh, keluarga + sekolah + pergaulan + internet.
tapi peran 2 terakhir yg dominan.
November 4, 2008 at 11:06 am
Yup Bangkit Pemuda!!
Saatnya yang muda yang memimpin
November 5, 2008 at 9:28 am
meskipun terlambat…
tetep semangat ya…
semangat
November 6, 2008 at 11:01 am
Sumpah saya suka pemuda..!!
Maksudnya “saya suka pemuda yang punya motivasi dan semangat untuk maju”
November 7, 2008 at 3:10 pm
tetap semangat buat pemuda dan pemudi tentunya
November 14, 2008 at 1:56 pm
Go Pemuda Go…MAsa depan bangsa di tangan para Pemuda… Sukses, Pasti!.