Puisi untuk Ibu

UNTUK “IBUKOTA NEGERI PARA DEWA”
============================

Dengan apa kubalas cintamu, Ma?

Kata puji lebur terdistorsi
sebelum udara menuntaskan kerjanya
mengantar Hertz terendah pada daun telingamu
sedang metafora tak pernah purna
mengukir kasihmu dalam bait-bait kata

Setiap kali keputusasaan menyergap
kupanggil memori terindah kebersamaan kita, Baca lebih lanjut

Untukmu Gaza

1_662554600l

walau deras tangis mengalir,
walau menyungai darah tertumpah,
Walau perih, walau sesak . . .
tapi israel tak pernah merasa
karena memang, kera tak punya rasa,

Gaza kembali berdarah,
tapi ia tidak terluka

Palestina kembali menangis,
tapi ia tidak bersedih

Mujahid kehilangan nyawa,
tapi mereka tidak mati,
bahkan mereka hidup,
di sisi Tuhannya

mungkin martir akan semakin banyak, Baca lebih lanjut

Ibu; Sekarang, Dahulu, dan Masa Depan

Sebelumnya saya ucapkan:

Selamat Hari IBU ^_^


Ibu; Sekarang, Dahulu, dan Masa Depan

Terima kasih,
untuk para ibu yang telah berjuang
dengan darah dan ruh

Terima kasih,
untuk para ibu yang telah berkorban
dengan air mata kesabaran

Bolehlah kupinta pada wanita terdahulu,

Ajari kami hai Bunda Hajar,
bagaimana engkau mendidik anak
hingga membesarkan sosok Ismail

Tunjuki kami hai Bunda Maryam,
bagaimana engkau mengajari anak
hingga menumbuhkan sosok Isa

Bolehlah kupinta pada wanita masa depan,

Baca lebih lanjut

Antara Tadi Malam dan Pagi Ini

Tadi malam begitu dingin
sedingin hatiku yang membeku
rapatnya lingkaran kita,
rupaya memang belum cukup
untuk menukar dingin dengan kehangatan
ah, bodohnya…
sebodoh pertanyaanku padamu,
dengan bahasa yang juga bodoh,
dengan suara yang bergetar
sebuah pertanyaan tentang “pentingkah…?”
akhirnya…
Baca lebih lanjut

Aku, pemuda

Smangat!!!

Dunia
Akulah pemuda
Yang lahir dari rahim peradaban
Dibesarkan oleh zaman
Dididik oleh pengalaman

dunia
Izinkan aku menyampaikan dengan jelas
Dengan tegar dan semangat
bahwa aku punya cita
Tak sekedar kata dan orasi
Tapi kerja nyata dan realisasi

dunia
Izinkan aku mengabarkan
Bahwa di tanah pertiwi ini
Masih ada pemuda yang peduli
Pada keadaan negeri ini

Dan aku pun rela . . .
Jika tubuh ini menjadi gontai karena lelah Baca lebih lanjut