Entah karena lelah, entah kurang hati-hati, istri saya menjatuhkan buku saya. Jelas ini perbuatan tidak menyenangkan! Hehe. Tapi lebih jelas lagi bahwa dia tidak sengaja. Kan, dia menjatuhkannya di selokan, di comberan, masa sengaja?
“Aduuuh, maaf ya,” katanya. Saya tahu, itu tulus. Soal buku, dia tidak mungkin main-main. Soalnya dia tahu, kalau buku saya dipinjam orang, lalu dikembalikan dalam keadaan lecek, berantakan, dan terlipat di sana-sini, saya pasti sewot.
Saya ambil buku yang jatuh di selokan itu. Siapa tahu masih bisa diselamatkan. Saya siram dengan air. Nyatanya terlalu banyak noda. Tidak Continue reading
