Masjid, not Mosque!

syam_ul.jpg

Sabtu, 27 oktober 2007

Bermula dari kuliah Ektek pada sabtu pagi, yang selesainya jam 9 passs. Padahal sabtu ini ada undangan ke acara wisuda. Tapi teteup santai-santai aja, soalnya mindsetnya udah keburu bilang begini : “santai aja, dari banyaknya acara-acara yang diadain ama STT Telkom, berapa banyak sih yang on-time ?”

Alhasil, pas nyampe di depan pintu GSG, ga terdapat celah sedikit pun, bahkan buat ngintip pun ga ada T_T. Ternyata acara wisuda itu beda ya ama acara-acara yang laen. ampe sini, Mode ON : BINGUNG!

Tapi ga lama dari itu, hati ini sedikit tenang ^_^ . ternyata ada B*jak (hehehe, takut yang punya nama protes, jadinya dikasih tanda bintang) yang juga telat. Dia juga ternyata diundang, tapi telat juga. Jadi ada temen berbagi rasa nih. Walaupun sama-sama bingung, tapi hati udah agak tenang . . . :p

Akhirnya kita berdua bisa masuk juga ke GSG, lewat pintu belakang (back door neh ceritanya ^_^). Nah, karena bosen, ngelirik ke tas yang dipake B*jak. Setelah ditanya, ternyata dia bawa beberapa buku, salah satunya “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim”-nya Salim A. Fillah. Langsung aja deh buku ini yang jadi pilihan, soalnya ga mungkin donk baca buku pelajaran hehehehe. Weeeiittz,,, pas baca, langsung kagum ama nih buku. Mungkin orang bilang ini cuma kebetulan, tapi saya lebih suka menyebutnya dengan k-e-b-e-r-u-n-t-u-n-g-a-n. Ini keberuntungan saya yang pertama ( dalam topic ini).

 

Minggu, 28 oktober 2007

Sehari kemudian, nyari buku di palasari (Dakwah Visioner-nya KH Rahmat Abdullah). Buku yang dicari sih udah dapet, tapi kok kayaknya tanggung ya, masa’ udah nyampe palasari Cuma beli buku setipis dakwah visioner (hmm, belom tau dia, walaupun tipis tapi maknanya daleeemmmm). Emm, baru inget, ada buku yang ngebuat saya penasaran, “Efek Bola Salju Partai –*sesuatu*- Sejahtera” (hehehe, partai yang tahun ’98 ga pake embel2 ‘sejahtera’ ^_^). Tapi sebelum nyerahin buku itu ke kasir, iseng-iseng ngelirik buku yang laen, pas banget nih mata ngebaca sebuah judul buku “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim”. Opz, this book, again!.

Mulai bimbang mau beli yang mana. Pas ditanya di kasir, eh ternyata harganya sama. Tapi, bedanya, ada buku yang udah pernah dibaca sepintas (pas acara wisuda di GSG n’ langsung falling in love), ada buku yang belum pernah dibaca sama sekali (mau beli karena mau tau alias penasaran). Akhirnya, jadinya beli buku “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim”. Ini keberuntungan saya yang kedua (di saat orang lain (mungkin) cuma bilang klo ini adalah sebuah kebetulan).

 

Rabu, 31 oktober 2007

Udah malem tapi belom bisa tidur. Udah bosen dari tadi ngenet. Satu album ungu udah berulang kali diperdengarkan melalui speaker standar yang berada di samping monitor computer. Akhirnya memutuskan untuk ngebaca “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim”. Pas ngebaca, ampe di suatu halaman berjudul “memintal seutas benang”. Pas dibalik lagi, sampe ke halaman 75, dengan judul singkat “Muslim”.

Walaupun udah bosen ngenet, tapi saya masih terus sesekali ngelirik ke monitor computer. Saya lihat hasil searching saya menggunakan mbah google dengan kata kunci “pilar pilar asasi”. Saya memang lagi nyari “pilar-pilar asasi”-nya KH Rahmat Abdullah. Di halaman pertama nyaris ga ada link yang dicari. Lalu ke halaman dua. Di halaman ini (sepertinya) ada link yang dicari. Saya asal klik aja. Sebuah link dengan judul “Di Jalan Da’wah Kami Melangkah”, address-nya http://ukimedia.wordpress.com/page/2/ , dengan artikel paling atas berjudul “Masjid Bukan Mosque”. Karena tertarik, lalu saya baca.

Ini keberuntungan saya yang ketiga (sekali lagi, mungkin orang lain menyebutnya “hanya” sebuah kebetulan). Keberuntungan, karena antara buku yang saya pegang dengan tangan kiri dan halaman yang saya klik dengan tangan kanan, keduanya sama-sama menunjukkan tulisan yang intinya sama, yaitu M-A-S-J-I-D bukan M-O-S-Q-U-E!

 

Di buku “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim” ditulis :

“ ejekan zama reconquesta menyebut masjid sebagai mosque, hunian mosquito, alias sarang nyamuk. . . . “


Sementara di ukimedia ditulis :

Bagaimanapun, buku (yang dimaksud adalah buku The Complete Idiot’s Guide To Understanding Islam” -”Petunjuk Idiot Yang Lengkap Untuk Mengerti Islam”-) ini menunjukkan bahwa kata ‘Mosque’ diperoleh dari kata dalam bahasa Spanyo! l, yaitu “Mosquito” (”Nyamuk”). Dinamakan seperti itu karena saat Perang Salib terjadi, Raja Ferdinand berkata bahwa mereka akan berangkat dan membasmi Muslim “like mosquitoes”(”seperti nyamuk-nyamuk”). (Dimana lagi mereka dapat temukan muslim dalam jumlah yang cukup besar untuk dibasmi jika bukan di Masjid?). Lalu tanpa rasa sungkan mereka menyebut “Masjid” sebagai “Mosque”. Jadi saudara-saudara seiman, hindarilah penggunaan kata yang dengan jelas menunjukkan tamparan kemuka ke wajah umat.”

================================================================

Ya, jelas saja masjid, tempat ibadah yang suci, bukanlah sarang nyamuk. So, masih bangga menggunakan kaata “mosque” ketimbang “masjid” ???

Melalui tulisan ini, penulis berharap bisa berbagi kisah dan pemikiran. Semoga tulisan ini mampu menghasilkan suatu kebaikan yang berguna untuk kebaikan lainnya, dan begitu seterusnya ^_^.

Wallahualam

 

4 thoughts on “Masjid, not Mosque!

  1. nice info, tapi untuk masalah mosque aku kurang setuju, aku dah cari referensinya di internet dan ternyata kata mosque itu bukan berasal dari kata mosquito…tapi dari bahasa italia moschea yang artinya masjid bukan nyamuk, nyamuk sendiri dalam bahasa italia adalah Mosquito, memang banyak versi tetapi janganlah responsif, cari dulu referensinya kalau salah itu merugikan sendiri umat islam. Muslim inggris, amerika dan kanada menggunaka kata mosque untuk masjid, karena itu bahasa mereka. Saya sendiri menggunakan kata mosque untuk masjid di blog saya, karena blog saya menggunakan bahasa inggris —> http://www.majestad.wordpress.com

    Setelah ditelusuri, kata mosque dan mosquito itu terdapat pada buku The Complete Idiot’s Guide to Understanding Islam. Dan isi bukunya pun bukan sesuai dengan judulnya. Lihat situs: http://www.dailytimes.com.pk/default.asp?page=story_9-2-2003_pg3_7.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s