Si-“Tanah air, sosialisme atau mati”, Hugo Chavez bisa jadi presiden seumur idup . . . ???

hchavez.jpg

Klo di Negara kita, masa jabatan presiden mulai dibatesin. Eeeehhh, ini di Negara Venezuela malah peraturan itu dicabut. Ya, kongres Venezuela akhirnya menyetujui usulan Presiden Venezuela, Hugo Chavez, untuk menghapuskan pembatasan masa jabatan.

Chaves, yang mulai memegang jabatan sebagai presiden sejak tahun 1999, seharusnya sudah harus berhenti pada tahun 2013. Tapiiii,,, klo peraturannya aja diganti ? siapa yang tau dia akan berenti kapan.

 

Pastinya yang paling ketar-ketir ya Amerika. Musuh bebuyutan Chaves ini paling ngeri klo laju investasinya terhambat. Maklum aja, klo menurut pengamatan penulis mah, dengan adanya investasi, maka Amerika (sedikit demi sedikit) akan menguasai suatu Negara. Apalagi klo udah berhubungan dengan utang luar negeri, wuuuuihh, ini lebih seru lagi, kebijakan pemerintah bisa diatur-atur. Ya, intinya sih Amerika itu mau menanamkan ketergantungan Negara-negara lain terhadap dirinya, tujuannya satu, biar bisa dipengaruhi dan dijajah (secara ideology)

 

Dalam sebuah jejak pendapat terungkap, bahwa sebenernya rakyat Venezuela itu anti dengan pemusatan kekuasaan pada presiden. Tapi tenang aja, Chaves yang menganut ideology sosialis ini telah berhasil merebut mayoritas hati kaum miskin Venezuela. Nih, komentar dari sebagian rakyat Venezuela, “Dia telah mendirikan berbagai klinik, sekolah, dan mensubsidi pangan”. Ya tentu saja, rakyatkan mikirnya yang penting sejahtera.

 

Ga berlebihan klo, mahasiswa dan kelompok oposisi, menyebut kebijakan ini adalah kebijakan yang otoriter. Maklum saja, selain mencoba untuk menerapkan sistem hukum baru (yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat melalui sistem ekonomi sosialis), paket referendum ini juga berusaha untuk memperkuat wewenang sang presiden untuk menahan warga Negara tanpa disertai tuduhan dan memperbesar peluang untuk menyensor media dalam suatu kondisi yang disebut dengan “kondisi darurat”. Ini parahnya, biasanya kan kondisi darurat itu kan erat kaitannya dengan usaha untuk melanggengkan suatu jabatan. Ayo inget-inget lagi, berapa Negara yang menyatakan kondisi darurat saat kekuasaan presidennya mulai terancam. ^_^

 

Hmm, ini kehebatan pemimpin suatu Negara. Asal bisa nyenengin hati rakyat, maka undang-undang bisa dibuat. Jujur saja, penulis sangat ga suka dengan pemerintah otoriter, tapi cukup salut dengan presiden yang satu ini karena berani secara terang-terangan menentang Amerika. Dari banyaknya Negara-negara di dunia, berapa banyak sih yang berani terang-terangan nentang imperialisme amerika (dan kebijakannya yang ikut campur urusan negeri orang laen) ? Palestina, Iran, itu contoh kecil aja , , ga banyak kan ? Negara kita tercinta ini aja bersikap lemah lembut terhadap Amerika. Fuuihh….

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s