rasa ini, sepi

yang sedang sepi, hatiku
katakan pada teman-teman ku
lewat dialog hati yang terdalam
yang tak terhambat oleh jarak
“bahwa aku merasa sepi”

yang sedang diam, mulutku
sampaikan pada teman-teman ku
lewat kata manis yang terucap
melalui saluran telepon genggam
“bahwa aku rindu kalian”

kemarin siang temanku bilang
“ku kan ke jakarta untuk beberapa hari”
sorenya teman ku yang lain bilang
“aku di lampung untuk beberapa waktu”
malamnya aku menghantar yang lainnya,
sambil berjabat tangan temanku berkata
“terima kasih sudah diantar, aku akan ke bogor”

kepada jari tanganku
yang menari indah di atas keyboard
sampaikan pada dunia
tentang rasa sepi yang membuncah
lewat bait puisi yang kau tulis
“cepatlah pulang teman-teman ku”

06.15 WIB @ villatel putra, 105

(tentang waktu penulisan, ada sesuatu yang unik. waktu 06.15 memang ditulis berdasarkan hape, tapi ternyata jam di hape itu telat 90 menit, setelah tadi malem terbanting dari atas ranjang, dan paginya dipungut di atas lantai dalam kondisi baterenya terlepas. dan kejadian ini baru disadari setelah mendengar adzan dzuhur, sedangkan jam di hape masih menunjukkan pukul10.30 WIB ^_^)

One thought on “rasa ini, sepi

  1. Ping-balik: Seribu Teman belum cukup, Satu Musuh Terlalu Banyak « Tarian Keyboard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s