Ya Allah, air hujan malam ini terasa asin

hmmm,,, kedewasaan! itu intinya….

ketika kita menghadapi berbagai macam masalah, sudah seharusnya kedewasaan kita berperan di situ.

ketika kita menghadapi caci maki atau komentar yang memanaskan telinga, di situ juga kedewasaan kita diperlukan.

tapi jujur aja, malem ini saya belum bisa bersikap seperti itu sepenuhnya. Ketika mendengar komentar yang tidak mengenakkan hati, saya lebih memilih menghindar. Bukan karena saya BeTe dengan komentarnya, tapi karena saya lebih memilih untuk menghindari konflik berkepanjangan. Saya ga mau terpancing emosi, maka saya pun memilih menghindar, pergi dari tempat itu….

Tapi….. tau apa yang terjadi kemudian ?

ketika saya kembali ke tempat itu. komentar2 yang tidak mengenakkan itu kembali saya terima, bahkan kini lebih tajam. Ya Allah, saya memilih untuk diam saja. Hingga pada akhirnya, saya dan dia berboncengan di bawah hujan gerimis. Saling diam membisu. Tapi pikiran ini mengembara ntah kemana. gundah. sedih. Rintik hujan membasahi wajah, Tangan ini harus aktif mengelap wajah agar jalan raya yang dilewati masih bisa terlihat jelas, tidak membayang. tapi ada yang berbeda… Ya Allah, air hujan malam ini terasa asin.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

3 thoughts on “Ya Allah, air hujan malam ini terasa asin

  1. ada yang rasa coklat, aer ujan dimasukin ke gelas, terus diminum sambil makan coklat hehehehe ^_^

    yupz,,, bettooollll, harus sabar emang…

  2. alkisah disebuah sekre di sebuah kampus terdapat dua buah komputer. yang sebelah kanan sedang dipakai oleh SQ (bukan nama sebenarnya), dan yang sebelah kiri sedang dipakai oleh dhedhi(bukan nama sebenarnya).
    Secara tak sengaja, orang yang sebelah kanan nge browse blog orang yang sebelah kiri dan membaca tulisan yang berjudul “Ya Allah, air hujan malam ini terasa asin” (juga bukan judul sebenarnya). Ketika orang yang sebelah kiri mengetahui hal itu, dia bertanya “SQ, lu tau artinya air hujan rasanya asin?”. Yang sebelah kanan menjawab “Ya taulah, yang nulis nangis kan?”
    Mendengar jawaban, itu, yang sebelah kiri langsung ngambil kunci motor, keluar sekre, n ngeloyor pergi…

    Demikian kisah tentang 2 orang anak manusia di sebuah sekre. Hanya fiktif belaka, kesamaan nama merupakan ketidaksengajaan…

    Jiakakakakak…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s