Bercermin dari Perjanjian Hudaibiyah (tamat)

“wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran dan mereka di atas kebatilan?”. Tanya Umar bih Khaththab, sahabat yang dikenal dengan kekerasan sikapnya, kepada Rasul mulia.

“begitulah”, jawab yang ditanya.

“Bukankah koraban yang mati di antara kita berada di surga dan korban yang mati di antara mereka berada di neraka?”, kejar Umar lagi.

Jawaban yang sama meluncur dari mulut yang mulia, “begitulah”.

“Lalu mengapa kita merendahkan agama kita dan kembali, padahal Allah belum lagi membuat keputusan antara kita dan mereka?”, Tanya Umar penuh penasaran.

“Wahai Ibnul-Khaththab, aku adalah Rasul Allah dan aku tidak akan mendurhakai-Nya. Dia adalah penolongku dan sekali-kali tidak akan menelantarkan aku”, jawab Rasul.

Tidak puas begitu saja, Umar kembali bertanya, “Bukankah engkau telah memberitahukan kepada kami bahwa kita akan mendatangi ka’bah dan thawaf di sana?”

“begitulah. Apakah aku pernah menjanjikan kita untuk ke sana tahun ini?”, setelah menjawab, yang ditanya balik bertanya.

“tidak”, singkat Umar menjawabnya.

“kalau begitu, engkau akan pergi ke ka’bah dan thawaf di sana (tahun depan)”

Selesailah dialog itu. Surat Al-Fath ayat 1 pun turun dengan menyatakan “sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”.

Umar pun memastikan kemenangan itu kepada Rasulullah. Setelah mendapat kepastian, gundah pun berganti ketenangan, sedangkan kemurungan melayang entah kemana. Ada rasa menyesal yang menyusup di relung hatinya, ya penyesalan atas tindakannya sebelum ini.

Ya, akhirnya kisah ini berakhir dengan menyembelih hewan kurban dan mencukur rambut sebagai tanda umrah. Mereka lah pelaku sejarah itu, tapi hikmah adalah milik semua orang yang menemuinya. Benar pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi selama muridnya tidak dungu dan bodoh. Lalu apa yang bisa kita petik ?

  1. isi perjanjian yang pertama merupakan pagar pembatas bagi kafir quraisy. Bukankah mereka tidak akan bisa lagi menghalangi kaum muslimin memasuki mekah pada waktu mendatang?
  2. isi perjanjian yang kedua akan membatasi kedengkian dan dendam kaum kafir terhadap kaum muslimin.
  3. setelah sekian lama keberadaan kaum muslimin tidak diakui oleh kafir quraisy, dengan perjanjian ini akhirnya mereka mengakui eksistensi kaum muslimin.
  4. kandungan perjanjian ketiga, menunjukkan bahwa kafir quraisy sudah tidak memperdulikan lagi kedudukan yang mereka agung-agungkan. Yang mereka pikirkan adalah keselamatan diri sendiri. Kalaulah ada orang Arab yang masuk Islam, maka mereka tidak akan peduli dan tidak akan ikut campur. Sungguh, bukankah ini suatu kemenangan yang nyata ?
  5. kaum muslimin diuji ketaatan dan kestiqohannya kepada Nabi ketika kebijakan yang diambil adalah kebijakan yang tidak populis. Di sini kita bisa belajar aplikasi Al-Qiyadah wal jundiyahnya.
  6. Tidak Terpisahnya Antara Urusan Politik Dengan Ibadah, Dengan Turunnya Syariat Shalat-Khauf Di Tengah-Tengah Peperangan
  7. ada yang mau nambahin lagi ? sok atuh disharing ilmunya ^_^

referensi :
Al-Mubarakfury, Shafiyyurrahman (terjemahan Kathur Suhardi).2007.Sirah Nabawiyah.jakarta : Pustaka Al-kautsar

http://www.al-ikhwan.net/index.php/tafsir-ulumul-quran/2008/
tafsir-surah-al-fath-1-3-keutamaan-perjanjian-hudhaibiyyah-atas-nabi-saw/

http://www.al-ikhwan.net/index.php/tafsir-ulumul-quran/2008/
tafsir-surah-al-fath-bagian-ii-langkah-langkah-strategis-harakah-
islamiyyah-pada-masa-nabi-saw-menjelang-mihwar-daulah/

http://bimbingan_skripsi_kuantitatif.ppt+cara+penulisan+daftar+pustaka

===========================
perpustakaan STT Telkom
22 Januari 2008, 19.10 WIB

One thought on “Bercermin dari Perjanjian Hudaibiyah (tamat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s