Semua Ada Masanya

Selangkah demi selangkah, namun pasti! Tidak perlu agresif, yang penting tujuannya jelas. Jalan panjang bidak hitam putih itu pun terlewati. Akhirnya sang pion menjangkau bidak terjauh dari tempatnya semula. Berubahlah ia menjadi apa saja, kuda, benteng, bahkan ster.

Ya, semua memang ada masanya. Layaknya pion dalam permainan catur, ada masa untuk berjuang dan menikmati hasilnya. Saat menjadi pion, maka berlakulah layaknya pion yang tangguh, hingga nanti masanya datang, maka berubahlah! Bukan untuk menjadi bos besar yang yang menggantung tangan, tetapi menjadi prajurit besar yang lebih tangguh lagi.

nak, semua ada masanya”. Ntah mengapa kalimat itu terasa begitu dalam. Menembus relung jiwa, bersatu dalam diri. Tentu saja bukan semata-mata karena kalimat itu saya dengar dari sang bunda tercinta pagi hari ini, tapi karena memang maknanya yang begitu dalam. Menekankan bahwa tiap kita memiliki masa-masa tertentu. Berjuang itu suatu keharusan, dan biarlah hasilnya Allah yang menentukan.

Bahwa takut itu sifat asasi, memang ya! Tapi tidak perlu pesimis, apalagi menjadi pecundang! Sulit dan susah, terpuruk dan terbatas, itu semua memang ada dan nyata. Tapi, bukan berarti tidak bisa kan? Yang terpenting adalah mengubah keterbatasan menjadi ke-luar biasa-an. Tidak usah sungkan mengambil inspirasi dari Syaikhul Jihad Ahmad Yassin yang senantiasa berjuang walau dalam segala keterbatasan. Tidak perlu malu mencontoh ketegaran Bilal yang berjuang walau dalam keterpurukan. Dan tidak perlu merasa terlambat untuk berubah menjadi labih baik, kapan waktunya? Sekarang!

Untuk berubah memang tidak mudah. Kadang banyak angan yang menggoda, banyak gundah yang melanda. Tapi tenang saja “Nothing difficult to those who have will”, begitu kata Dutch Poet’s Society, para pencipta puisi Belanda. Memang benar, tidak ada yang sulit selama masih ada kemauan. Untuk itulah, diperlukan ruh baru yang menggugah! Ciptakan perubahan. Raih perbaikan. Dahsyatkan diri dengan potensi luar biasa. Sebarkan semangat itu, biar semua rasakan hangatnya. “Jadilah penyebar semangat kemenangan”, begitu kata Anis Matta.

Ayo melangkah ke tahapan selanjutnya. Semangat belumlah cukup, jangan lupa untuk menentukan tujuan yang jelas dan lugas, agar bisa menentukan prioritas. Ingat, Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia, caranya? Susun prioritas, bukan malah berapologi dengan kalimat itu. Memang itu semua tidak segampang main hum pim pah yang hanya membalikkan telapak tangan. Tapi, yuk kita coba. Kita yakin kita bisa, kita mampu luar biasa.

Akhirnya, kita menyadari bahwa perjuangan ini adalah jalan panjang. Butuh energi besar, gerak teratur, dan nafas yang juga panjang. Semua memang ada masanya. Tidak diragukan lagi, sekaranglah masanya kita berjuang. Lalu kapan kita beristirahat? “Nanti, ketika kau injakkan kaki mu di surga”, begitu kata alm. KH Rahmat Abdullah. Allahumma aamiin.

 

Sumber inspirasi dan motivasi :
– Dialog via telepon dengan ibunda tercinta pagi hari ini (12 Februari 2008), “nak, semua itu ada masanya”. Ah, begitu berbekas ucapan itu.
– Kata sambutan Anis Matta, tanggal 10 Februari 2008 di Sabuga
– Quantum Tarbiyah, Solikhin Abu Izzudin
– Way to Win, Solikhin Abu Izzudin
– Membangun Ruh Baru, Musyaffa Abdurrahman

6 thoughts on “Semua Ada Masanya

  1. whehehehe… lu tau aja sih… deadline nih deadline…

    tapi, TA kan jg bagian dari perjuangan. yo.. semangat!
    (hehehehe,,, gw juga lagi mikirin TA nih,,, sharing ide yaaa ^_^)

  2. be… ganbatte yah
    oks bos DPM hehehe
    “smua ada masanya…”
    an juga dapet kata2 bagus dari orang tua seorang temen…
    “…katanya, kita semua ditakdirkan mau tidak mau untuk bekerja keras… pilihannya adalah apakah kita bekerja keras di masa ini atau di masa tua nanti, katanya sih kalau bekerja keras di masa tua lebih susah…”
    “dan smuanya memang dipergilirkan, waktu muda santai2, tua akan susah… saat muda capek2, belajar, berbakti, deelel… tua akan menikmati dan meneruskan hasilnya…”
    “sama2 ganbatte yah… TA TA TA hehe”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s