Karena Kita Manusia

Bahwa semua manusia itu merupakan tempat kekeliruan dan kelalaian, begitu Nabi mengungkapkan faktanya. Itulah fitrah yang melekat pada diri setiap manusia. Suka tidak suka dan senang tidak senang, kita tidak bisa menolaknya, kita bukanlah orang yang ma’sum.

Lalu apa?

berapologi terhadap kesalahan yang kita lakukan dengan menggunakan kalimat “manusia itu merupakan tempat kekeliruan dan kelalaian” jelas tidaklah tepat, kalau tidak mau disebut dzolim. Menyesali diri terus menerus karena kesalahan yang kita lakukan, itu juga tidak tepat. Nyatanya kita diberi kesempatan dan kekuatan untuk berubah, memperbaiki diri.

Karena kita manusia, maka kita harus bisa melewati segala uji dan coba. Kalau tidak bisa lulus dengan nilai sempurna, maka predikat “cukup” sudah cukup membanggakan sebagai tanda kelulusan. Selagi kita masih bisa menghadirkan sikap optimis sebagai lawan dari sikap pesimis, maka selamat! Paling tidak kita punya modal untuk lewati semua ujian. Selagi harapan masih bisa hadir dalam hidup kita, maka selamat! Kitalah orang yang benar-benar hidup. Karena orang yang tidak punya harapan adalah orang yang mati sebelum waktu kematiannya benar-benar tiba.

Yang sedang kita susuri adalah jalan raya kehidupan saat ini. Jadikan masa lalu sebagai pengalaman. Mungkin kita berniat melihat kembali jalan yang telah kita lewati, tapi sebagai seorang supir yang baik, tentunya hal itu hanya kita lakukan sesekali saja melalui kaca spion. Fokus kita adalah jalanan di depan sana. Jalan berlubang yang telah kita lewati, janganlah menjadi pengganggu konsentrasi yang membuat kita tidak fokus. Tetaplah fokus ke depan, tatap masa depan dengan harapan. Yakinlah! Di akhir jalan panjang yang berlubang dan berkelok ini, akan ada puri indah yang menanti sebagai tempat peristirahatan kita.

Segala potensi dan kesempatan berpadu dalam diri kita, pantaskah kita menyerah ? tidak! Sama sekali tidak. Karena kita manusia, maka kita harus maju. Karena kita manusia, maka kita harus lebih baik. Karena kita manusia, maka kita harus memiliki harapan agar tetap memiliki kekuatan untuk melangkah ke depan. Ya, itu semua karena kita manusia

============ ========= ========= ========= ========= ========= =======
2 maret 2008 @ villatel putra, Bandung
inspirasi dan motivasi menulis:
email seorang saudara kepada saya => dan saya memilih menggunakan tulisan lepas untuk membalas emailnya.
semoga kebaikan senantiasa bersamanya. Allahumma aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s