Ketika Engkau Saudaraku, Dituntut untuk Mencintai

Telah sering diucapkan bahwa aplikasi cinta tertinggi dari seorang saudara terhadap saudaranya adalah itsar, mendahulukan saudaranya. Tercetus cerita, seorang prajurit yang sedang sekarat merasa kehausan teramat sangat. Tidak adakah air untuk diminum? Bahkan air itu sudah berada dihadapannya. Tapi sayup-sayup rintihan saudaranya yang juga kehausan, mendorongnya untuk mendahulukan saudaranya. Air pun berkeliling dari satu prajurit sekarat ke prajurit sekarat lainnya. Subhanallah, tidak satu pun dari prajurit itu yang rela meneguk air sebagai penawar dahaga sedangkan saudaranya kehausan.

Dan kita pun sudah sering mendengar bahwa aplikasi cinta terendah terhadap seorang saudara adalah berbaik sangka kepadanya. Maka janganlah sampai jatuh ke tingkat yang lebih bawah lagi. Ketika kita sudah tidak mampu berbaik sangka terhadap saudara kita, sebagai aplikasi cinta terendah, maka kita sudah tidak bisa lagi memakai kata cinta untuk mendeskripsikan rasa yang kita miliki terhadap saudara kita tersebut.

Entah orang-orang menggunakan istilah apa untuk menyebut sebuah rasa yang berada di bawah tingkatan cinta terendah itu, namun saya lebih memilih benci sebagai kata penggantinya. Ketika berbaik sangka saja sudah tidak bisa, maka yang tersisa hanyalah kebencian.

Begitulah, kita dituntut untuk tetap berada pada range cinta. Jika memang rasanya telah melampaui batas tertingginya, maka turunkan sampai batas normalnya, agar kita tak terlalu menyesal ketika sedang merasakan kecewa terhadapnya. Juga agar kita tak menomorduakan cinta-Nya. Dan jika memang telah berada di bawah titik terendahnya, maka naikkan hingga batas normalnya, agar kita tak perlu merasa bersalah ketika kita merasa senang bersaudara dengannya.

Sekali lagi, menetralisir ke batas normal bukanlah terjun bebas sampai di bawah tingkatan terendahnya, juga bukan menerobos hingga di atas tingkatan tertingginya. Menetralisir adalah berada dalam ruang lingkupnya, tidak kurang dan tidak lebih. Selamat mencintai, saudaraku!

 

============ ========= =========
3 maret 2008 @villatel putra, Bandung
inspirasi dan motivasi menulis:
email seorang saudara kepada saya, dan saya memilih menggunakan tulisan lepas untuk membalas emailnya.
semoga kebaikan senantiasa bersamanya. Allahumma aamiin

One thought on “Ketika Engkau Saudaraku, Dituntut untuk Mencintai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s