Tak Setampan Yusuf Dan Tak Secantik Zulaikha

Tidak diragukan lagi, bahwa Yusuf adalah hamba Allah yang dianugerahi ketampanan luar biasa. Semua mata memandang takjub dan jari teriris tanpa rasa, itulah yang terjadi ketika para wanita mesir diberi kesempatan untuk melihat ketampanan Yusuf. Subhanallah . . .

Jangan pernah bandingkan ketampanan lelaki manapun dengan Yusuf Sang Nabi Allah, karena memang raut wajahnya tak sama.

Pun begitu dengan Zulaikha, masuklah ia kedalam golongan wanita yang memiliki wajah mempesona. Bila parameter menarik atau tidaknya seorang wanita adalah kecantikan wajah, maka Zulaikha telah memenuhi parameter itu dengan telak. Tidak ditemukan sisa sejarah yang membantah fakta kecantikan Zulaikha, istri sang Aziz*.

Sekali lagi, lelaki saat ini bukanlah Yusuf dan wanita saat ini bukanlah Zulaikha. Kalaupun saat ini ada lelaki yang tampan, maka ia tidaklah setampan Yusuf. Dan jika ada wanita saat ini ada yang mengaku cantik, maka belum tentu ia bisa menyaingi kecantikan Zulaikha. Nyatanya, Yusuf dan Zulaikha memiliki pesona dan keanggunan yang berbeda dengan kita. T-a-p-I, ternyata ada sesuatu yang sama-sama kita miliki, salah satunya hati. Yusuf dan Zulaikha mempunyai hati, dan kita pun punya hati. Itu faktanya!

Ya, hati . . . unsur penentu sikap manusia itu sama-sama kita miliki. Tidak peduli Yusuf dan Zulaikha hidup di zaman dahulu dan tidaklah penting bahwa mereka hidup di zaman kerajaan. Nyatanya, setiap manusia diberi hati oleh Allah, baik zaman dahulu maupun sekarang, baik di struktur kerajaan ataupun di alam bebas demokrasi.

Dijadikan indah pandangan terhadap lawan jenis, itu adalah suatu fitrah. Siapa yang menilai ? salah satu faktor penentunya adalah hati. kalau ada manusia yang berpikir untuk membuang jauh-jauh fitrah tersebut dari hatinya, maka maaf saja, bagi saya itulah hal sia-sia yang hanya akan berujung pada kegagalan.

Lalu, setelah kita sama-sama punya hati dan punya rasa yang menyebabkan pandangan terhadap lawan jenis menjadi indah, apa selanjutnya ? kendalikan, itu jawabannya. Dan itu sudah final. Jangan pernah lagi ada masa injury time untuk bereksprerimen dalam memanjakan rasa yang satu itu. Kecuali nanti, bila saatnya telah tiba, ketika yang haram menjadi halal dan nafsu telah bermatamorfosis menjadi cinta yang hakiki.

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (al furqon 74)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (arrum 21)

*sebutan untuk pemimpin mesir saat zaman Nabi Yusuf

3 thoughts on “Tak Setampan Yusuf Dan Tak Secantik Zulaikha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s