Kenaikan BBM, Pesan Cinta SBY-JK yang Sulit Dipahami

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

= SDD, Aku Ingin=

Begitulah SDD (Sapardi Djoko Damono) mengungkapkan tentang cinta yang sederhana. Pertama kali saya membaca puisi tersebut, waktu itu saya masih SMA, yang terpikir adalah kesan kesederhanaannya. Kejujuran yang dirangkai dengan kata sederhana. Saya pun takjub. Dan begitulah, SDD berhasil secara gemilang mengungkapkan cintanya, secara sederhana, hingga mudah dipahami oleh siapapun.

Lain SDD, lain pula SBY-JK (Susilo Bambang YudhoyonoJusuf Kalla), duet pemimpin RI (Republik Indonesia) ini menunjukkan cintanya kepada rakyatnya dengan menaikkan harga BBM tepat di awal hari ini, pukul 00.00 tanggal 24 Mei 2008. “Kalau BBM tidak naik, yang menikmati itu yang banyak-banyak pakai mobil dan AC itu”, begitu kata Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ya, mungkin itu adalah pesan cinta untuk rakyat miskin negeri ini.

Pesan cinta kepada rakyat miskin itu pun tidak tanggung-tanggung, kenaikan rata-rata BBM adalah sekitar 28,7 %. Premium naik Rp1.500 (33,33%) menjadi Rp6.000 per liter dari sebelumnya Rp4.500 per liter. Kemudian, solar naik Rp1.200 (27,90%) menjadi Rp5.500 per liter dari Rp4.300, serta minyak tanah menjadi Rp2.500 per liter,atau naik Rp500 (25%) dari harga sebelumnya Rp2.000. Luar biasa…. Bukti cinta yang sulit dimengerti.

Sebagai kompensasi dari kenaikan BBM, pemerintah pun menjanjikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada rakyat miskin. Ya, kenaikan BBM yang berakibat pada kenaikan harga bahan pokok, ternyata hanya diberi kompensasi 300.000 rupiah. Cukupkah uang 300.000 rupiah untuk menutupi segala kenaikan harga bahan pokok? Kenaikan BBM ini sampai jangka waktu mendatang, dan efeknya tidak terbatas, sedangkan BLT adalah program yang jangka waktunya terbatas, adilkah ini? Rakyat miskin diberi bantuan langsung, fresh money, dimanakah nilai pendidikannya? Bukankah itu menyebabkan ketergantungan terhadap bantuan pemerintah?

Di negeri berlimpah barang tambang ini, kita hidup sulit, tertekan. Secara logika, jika harga minyak dunia melonjak naik, bukankah kita juga seharusnya mengecap keuntungan? Tapi mengapa kita terpuruk? Bahkan rakyat tambah sengsara, tanpa tahu bagaimana keluar dari kesengsaraan itu.

Ah, ada banyak Tanya di benak ini. Ada banyak keraguan tentang cinta SBY-JK kepada rakyat miskin negeri ini. Bahasa cinta yang disampaikan SBY-JK terlalu rumit untuk dipahami oleh rakyat ngeri ini. Eh, tunggu, rakyat yang tidak paham terhadap pesan cinta itu, atau memang SBY-JK tidak memiliki pesan cinta tersebut? Silahkan rakyat Indonesia yang menjawabnya!

Dedi Setiawan, 24 Mei 2008, 13.42 WIB
@ Istana Aspirasi (Sekretariat DPM IT Telkom)
==============================
motivasi dan inspirasi menulis :
Ketidaksetujuan atas naiknya BBM
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/24/11514162/wapres.bilangin.demonstran.lebih.enak.bbm.naik
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/sby-kalla-korbankan-karier-politik.html
http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/23/time/211437/idnews/944158/idkanal/4
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/15/11015829/wapres.demi.keadilan.blt.dibagikan.serentak

One thought on “Kenaikan BBM, Pesan Cinta SBY-JK yang Sulit Dipahami

  1. Ping-balik: Kenaikan Harga BBM, Pembubaran Ahmadiyah, AKKBB Vs KLI… Ah, Hebatnya Media Membentuk Opini « Tarian Keyboard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s