Tentang ParPol (Tamat)

Ok, kita lanjutin lagi ya ^_^

PDIP adalah partai yang memiliki prospek bagus di pemilu 2009 nanti. Belakangani ini, survei yang dilakukan oleh sejumlah lembagai survei terkemuka menempatkan partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih ini di urutan pertama. Menurut saya, ada beberapa faktor yang menyebabkan PDIP mampu mendulang suara di pemilu 2009 nanti, yang pertama adalah masih lakunya nama Soekarno sebagai jualan PDIP. Megawati senantiasa disandingkan dengan nama besar ayahnya, Soekarno. Sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih cinta dengan sosok Soekarno. Tentu saja ini sangat menguntungkan PDIP, tinggal mempermainkan kadar emosi yang dominan di sebagian besar masyarakat Indonesia, maka suara akan mengalir ke PDIP.

Yang kedua, nama PDIP makin terkenal seiring dengan kritik-kritik yang disampaikan kepada pemerintah saat ini. PDIP konsisten dalam menyuarakan protes-protesnya kepada pemerintah. Pencitraan sebagai partai “wong licik (eh salah hehhee) wong cilik” cukup menjual di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Tapi bagi kalangan intelektual, tentunya hal ini malah sangan menjijikkan. Silahkan lihat tentang kinerja Megawati saat dipercaya menjadi RI-1. Saya rasa tidak banyak kebijakan yang membela masyarakat kelas menengah ke bawah. Miris…!

Yang ketiga, PDIP diuntungkan dengan kekecewaan masyarakat terhadap Golkar. Sebagai partai yang juga besar, tentu saja PDIP bisa dijadikan sebagai tempat pelarian bagi masyarakat yang kecewa.

Yang keempat, Sejak dua tahun lalu PDIP mulai berusaha merebut hati umat Islam. Hal ini terlihat dari dibentuknya sayap organisasi bernuansa Islam, yaitu BMI (Baitul Muslimin Indonesia). Selain itu, di beberapa spanduknya, PDIP mulai giat mengkampanyekan ajakan untuk belajar membaca Al-Qur’an. Hal ini bagus, tapi sekaligus memuakkan. PDIP seolah menjilat ludahnya sendiri. Ingatlah pernyataan Taufik Kiemas, tokoh PDIP yang juga suami Megawati, saat berorasi di Singapura pada 2007 silam, dia mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi ancaman serius bangsa Indonesia, diantaranya fundamentalisme agama yang menyusup dalam gerakan reformasi. Cermati bagaimana dia mengolah kata-kata untuk memperburuk citra agama.

Partai selanjutnya adalah PAN. Partai ini sebenarnya memiliki kedekatan dengan ormas islam, Muhammadiyah. Tapi agaknya, partai ini kini mulai bersaing dengan PMB dalam berebut suara Muhammadiyah. Langkah-langkah yang dimbil oleh PAN juga dinilai cukup pragmatis. Untuk mendongkrak perolehan suaranya, ketua partai ini rela merogoh kocek besar untuk memasang iklan, “hidup adalah iklan” (ops, salah hehehe) “hidup adalah perbuatan”, begitu pesannya di sejumlah pelosok nusantara. Selain itu, PAN juga memasukkan sederet nama artis ke dalam daftar calegnya.

Partai Demokrat adalah kendaraan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilu 2004. Bagaimana prospek partai ini di 2009? Kemungkinan besar perolehan suaranya akan menurun. “sekali berarti sudah itu mati”, mungkin itu yang cocok untuk menggambarkan partai Demokrat. Hidup dan mati partai ini sangat tergantung dengan sosok SBY. Menurunnya citra SBY belakangan ini agaknya akan menjadi sinyal menurunnya perolehan suara partai ini dalam pemilu 2009 nanti. Masyarakat agaknya sudah mulai kecewa dengan janji manis SBY. Lihat saja bagaimana kebijakan SBY yang mencekik leher kaum miskin dengan menaikkan harga BBM. Belum lagi sikap SBY yang terkesan lambat dalam mengambil kebijakan.

Untuk partai baru, mungkin Gerindra adalah partai yang sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Maklum saja iklannya di televisi sudah mulai terlihat. Selain itu, partai ini juga disinyalir menjadi kendaraan politiknya Prabowo, yang belakangan ini juga aktif menyampaikan pesan dari kelompok kerukunan tani Indonesia.

Kita juga diberikan alternatif partai bercorak full nasionalis dengan kehadiran partai Hanura yang punya kedekatan dengan Wiranto dan Fuad Bawazier. Lalu ada juga partai Barnas yang siap menggerus perolehan suara partai Demokrat. Maklum saja, partai Barnas didirikan oleh pentolan dan pendiri partai Demokrat, Vence Rumangkang.

Dari keluarga banteng juga kita mendapatkan alternatif lain dengan hadirnya PDP, PNBKI, PNI-M, dan Pelopor. Untuk PDP, sejak awal partai ini sudah dianggap sebagai ”antitesis” dari PDIP. Tapi sepertinya PDP akan sulit untuk mengusung isu nasionalisme, soalnya salah satu pentolan partai ini adalah Laksamana Sukardi. Tentu saja hal ini sangat menggelikan, bagaimana seorang Laksamana yang dulu giat menjual aset-aset negara, kini berbicara tentang nasionalisme.

Akhirnya, selesai juga saya mengomentari BEBERAPA parpol yang akan bertarung di pemilu 2009 nanti. Ini adalah analisa PRIBADI saya SAAT INI, jadi bisa berubah di waktu yang lain dan sangat mungkin terjadi kesalahan. Ada yang punya pendapat lain atau mau ngasih informasi tentang partai jagoannya….? sok atuh, kita berbagi informasi…

Salam semangat….! ^_^

8 thoughts on “Tentang ParPol (Tamat)

  1. bingung ded, mau komen apaan…😀

    @Ubdamarko
    Semoga kita dapat menemukan setitik cahaya dari sekotak kegelapan ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s