Kematian dan Kontribusi

Kenapa harus bersedih?
Apakah menurutmu mati itu kabar buruk?
Sayang sekali kalau begitu …
Percayalah padaku.
Kematianmu adalah awal kehidupan yang lain.

=Angin dan Bunga Rumput, Rinrin Migristine=

Matahari Majalengka masih merah, ketika aku menerima kabar bahwa kau telah memulai hidup yang lain itu. Tepat di hari itu, 3 mei 2009, orang-orang membaca cerpenmu, Angin dan Bunga Rumput, di Tribun Jabar. Tepat hari itu, orang-orang membaca tentang kematian yang kau tulis di cerpenmu itu. Tapi tidak denganmu, karena tepat hari itu juga, –seperti katamu– kau telah memulai hidup yang lain.

Rinrin Migristine, seorang senior di Forum Lingkar Pena (FLP) Bandung. Semasa hidupnya aktif menulis untuk kemanusiaan; pengelola Buletin Bina Ginjal, sebuah media untuk pasien gagal ginjal, seperti juga dirinya. di kota-kota di Indonesia. Tulisannya menginspirasi banyak orang.

<><><><><><><><><><><><><><><><><><><>

Banyak orang yang telah pergi, tapi mereka tak sekedar pergi. Mengapa? Karena selama hidupnya, mereka bekerja. Hingga sampailah mereka di penghujung hidup, mereka mewarisi sesuatu: inspirasi kebaikan bagi banyak orang! Ahmad Dahlan pergi, mewariskan wadah bernama Muhammadiyah. Hasyim Asy’ari pergi, meninggalkan organisasi bernama Nahdatul Ulama. Hasan Al-Banna pergi, setelah mendirikan Ikhwanul Muslimin. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tapi, mereka yang pergi dengan warisan besar itu, tak selamanya harus memiliki nama besar yang terkenal. Karena kinerja dan kebaikan memang tak selalu identik dengan nama besar yang terkenal. Sungguhkah? Ya, tentu, karena ada nama-nama besar, tapi tak menunjukkan kebaikan yang besar pula. Siapa tak kenal Fir’aun? Siapa tak tahu Qarun? Siapa yang tak pernah mendengar nama Benito Musollini? Apa yang tergambar di benakmu ketika nama-nama itu disebut? Kontribusi kebaikankah? Sepertinya tidak.

Di dhuha ini, ada pertanyaan yang begitu mengusik hati: kebaikan apa yang bisa diwariskan ketika kita pergi nanti? Orang-orang besar dengan kinerja yang besar, bahkan setelah kepergiannya, telah menginspirasi banyak orang, adakah kita akan seperti itu?

Lewat kata yang dulu pernah diucapkannya, Sayyid Qutb seolah tak pernah mati. Hari ini ia kembali mengajak kita untuk berkontribusi. Siapa yang hidup bagi dirinya sendiri, dia akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Akan tetapi siapa yang hidup bagi orang lain, dia akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar, begitu katanya.

Dedi Setiawan, 08.00 WIB, 7 Mei 2009

@Istana Inspirasi, Villatel Putra 105, Bandung

23 thoughts on “Kematian dan Kontribusi

  1. mmm
    ya
    kebaikan apa yang bisa kita wariskan kelak jika kita pergi ?
    Pertanyaan yang bikin gw jadi mikirrrr…
    Tak perlu nama besar, tapi paling tidak, ada kebaikan2 yg diwariskan.

    Pa kabar dhedhi?
    He he, etika nih
    makasih tulisannya, ‘melek’ lagi ni gw jadinya

  2. Setiap kebaikan selalu menghasilkan sesuatu yang baik pula sehinga ketika kematian datangpun akan selalu diingat. dan kontribusinya selalu akan dikenang.

    Salam kenal ya. kapan2 aku akan ke Majalengka.oke

    • makasie…
      yupz, salam kenal :))

      oiya, saya ga tinggal di majalengka lho… waktu puisi ini dibuat, saya lagi di jln (di Majalengka).. sebenarnya saya tinggal di Bandung 🙂

  3. .data
    msg1: .asciiz “%62%6C%6F%67%77%61%6C%6B%69%6E%67”
    msg2: .asciiz “%6D%61%6E%74%61%70%20%70%6F%73%74%6E%79%61”
    .text
    .globl main:
    li $v0,4
    la $a0,msg1
    syscall
    li $v0,4
    la $a0,msg2
    syscall

    exit:
    li $v0,6
    syscall
    ——————
    entering decoding mode
    ——–#458—-23(*—–!!-usr/bin/gcc-
    –!!z—–hello.c——–
    ———-123—/bin/bash—0—–

    include
    void main{
    printf(“blogwalking !!”);
    printf(“mantap postnya”)
    clrscr();
    }
    :mrgreen:
    segera berpikir apa yang ingin saya tinggalkan kalo masa kontrak hidup saya habis, saya tidak ingin berakhir menjadi orang yang autis T-T

  4. Pertanyaan yang bagus tapi susah untuk dijawab:
    Kontribusi apa yang akan kita berikan untuk orang-orang di sekitar kita dan di alam semesta?

    Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang selalu memberi manfaat bagi lingkungan kita

  5. hehehe..
    emang banyak orang akhir2 ini banyak yang mikir kalau kematian itu menyedihkan..
    tapi bagi sebagian orang itu adalah hal yang baik..
    yang bener yang mana..??…
    gimana Mas kabarnya…??

    • tergantung masing2 orang aja.

      Saya sendiri pasti merasa sedih klo pas meninggal masih minim kontribusi kebaikannya. Tapi di sisi lain, kita juga harus bisa mendesain agar tempat kita ‘nanti’ adalah tempat yang membahagiakan….

      Alhamdulillah baik 🙂
      sekarang lagi latihan meningkatkan kualitas tulisan hehehee

  6. kematian itu bukan akhir dari segalanya…
    karena setelah kematian pasti akan ada kehidupan baru yang kita semua gak tau, kehidupan seperti apa itu…

    tapi…

    kenapa banyak dari kita yang takut untuk menghadapi kematian???

    apakah kematian itu begitu menyakitkan????

    jawab yah kk jelek ^_^

    • emmm… katanya sih pas nyawa dicabut itu emang sakit banget. Kata Rasul jg gt.

      Tapi, yang penting mah gimana supaya qt bisa mendesain kematian yang lebih baik.

      Eh, medya tuh suka fitnah kk ya 🙂
      dasar! :p

  7. Ngga tau knp tiba2 aq inget Rinrin.
    Artikel pertama yg aq temuin nulis obituari Rinrin 3 Mei 09. Aq coba cari lg. Artikelmu jg menulis ttg kematiannya. Innalillahi wa innalillahi rojiun…bnr2 dluar harapanku.
    Kami deket slama kuliah dUnpad,tp sama skali putus kontak stelah lulus. Bahkan dia sakitpun aq ngga tau.
    Blh aq tau,sberapa jauh dikau mngenal rinrin?
    Apa dia tetep ceria?
    Apa dia sudah mnikah?
    Gmn dgn adik2nya?
    Perjuangannya pasti sangat berat kan?

  8. pertanyaannya..
    sudah siapkan kita??

    semoga kita semua termasuk dalam golongan orang2 yang selalu mempersiapkan diri untuk hari akhir..

    semoga kita termasuk golongan orang2 yang khusnul khatimah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s