Corat-Coret II

Peristiwa terjadi begitu cepat. Beberapa baru saja terjadi, tapi segera menjadi basi. Tidak semua kejadian terekam dengan baik, beberapa yang sempat menginspirasi, saya tulis secara singkat di sini di sini🙂

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =  = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

  • Semua orang mau menulis. Tapi tidak semua orang melakukannya. Maka itu: saya tidak mau menulis, tapi saya harus menulis.
  • Orang-orang tampak lebih senang ketika jatuh cinta. Dunia tampak lebih berwarna di matanya. Aneh ya, padahal harusnya protes: karena energinya dipaksa untuk memikirkan orang yang dicintai itu. Well, tapi itulah cinta, sulit diterima logika!

  • Saya penikmat seni, tapi ada satu seni yang sangat saya benci: seni membuat alasan!

Misal:
Seorang ketua kelas (KK) meminta laporan kegiatan kepada kordinator studi tur (KST).
KK : Tolong besok pagi print laporan acara minggu lalu ya.
KST : Gak bisa, saya gak punya printer.
KK : Ya, ke rental lah, atau ke warnet, masa gitu aja mesti diajarin😀
KST : Saya bukan sekretaris
KS : ???
(bisa nebak, kalau KK menjawab lagi, kira apa alasan KST selanjutnya?🙂 )

  • Menikah itu ada dua: menikahi orang yang kita cintai atau mencintai orang yang kita nikahi. Yang pertama hanyalah pilihan, sedangkan yang kedua adalah kewajiban.
  • Kadang kita memang membutuhkan keadaan yang tidak mengenakkan untuk membuat kita lebih dewasa, lebih kuat, dan lebih ingat Tuhan.
  • “Apa yang tidak saya ketahui tentang kamu, bagi saya tidak menarik…”

Katanya kalimat itu memiliki arti yang dalam. Sialnya, saya belum (berani) mengartikan kalimat tersebut. Kalau ada yang menemukan “arti yang dalam” itu, jangan sungkan memberi tahu saya🙂

9 thoughts on “Corat-Coret II

  1. Tergantung sudut pandang dan situasinya, sepertinya.

    Bisa diartikan perlunya keterbukaan dalam suatu hubungan antar-manusia.

    Bisa juga dilihat sebagai suatu prinsip, tidak mau tahu urusan orang lain. Tapi dalam konteks positif loh. Contoh aplikasinya, memilih untuk tidak menggunjing (baca : gossip).

  2. mmm…kayanya saya udh pernah komen disini tapi kemana larinya komenku waduh…
    setiap kalimat memiliki arti yang dalam bila kita mau mengambil makna positif yang ada di dalamnya🙂

  3. Memiliki arti yang dalam…
    Kalo sebelum memikirkannya kita menarik nafas dalam-dalam,
    Kemudian kita menyimpannya di hati yang paling dalam…
    Yah…semuanya serba dalam lah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s