Corat-Coret III

Libur lebaran telah usai, tapi saya masih betah di Lampung. Rupanya Lampung punya pesona tersendiri🙂. Di rumah, Fadhil dan Fikri, ponakan kembar yang kelas 1 SD itu, lagi senang corat-coret. Okelah, saya ikutan mereka aja….

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Coretan satu:

Kadang kita membeli sesuatu hanya karena harganya murah, walaupun sesuatu itu belum tentu berguna.


Coretan dua:

“Kalau kamu nyasar, gimana?”

“Ah, gampang, bisa naik taksi.” Ternyata jawaban ini tidak berlaku di Palembang.

.

Coretan tiga:

Harga satu galon air minum Rp. 6500, harga 250 ml air minum kemasan Rp. 2200. Kepraktisan itu mahal harganya.

.

Coretan empat:

Anak kecil. Mereka main, ribut, bertengkar, lalu menangis. Tapi hebatnya, belum kering air mata, mereka sudah bermain bersama lagi.

.

Coretan lima:

Kalau orang berjiwa besar berbeda pendapat tentang suatu hal, jangan terlalu dirisaukan. Mereka punya cara sendiri untuk menyelesaikannya, minimal itu tidak merusak hubungan pribadi mereka.


Coretan enam:

Runyamnya, orang berjiwa kerdil sulit menahan diri untuk tidak ikut campur dalam permasalahan orang berjiwa besar.

.

Coretan tujuh:

  • Perbedaan sepak terjang Bung Karno dan Bung Hatta mulai tampak sejak tahun 1920-an.
  • 20 Juli 1956, Bung Hatta merasa tidak bisa mempertanggungjawabkan kebijakan politik yang diambil Bung Karno. Bung Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden.
  • Tahun 1960, surat kabar yang memuat tulisan Bung Hatta dilarang terbit. Bung Hatta pernah menulis, “Dalam jangka waku lama, Indonesia hidup dalam bayangan feodalisme. Tetapi neofeodalisme Sukarno lebih jahat dan lebih ganas.”
  • Tahun 1970, Guntur, putra Bung Karno, kebingungan mencari wali nikah karena ayahnya tak dapat menghadiri pernikahannya. Dengan yakin Bung Karno menyebut nama Bung Hatta. “Bapak yakin Pak Hatta mau?” tanya Guntur, ragu.
  • “Hatta bisa mencaci-maki diriku tentang pelbagai kebijakan politik, tapi dalam kehidupan pribadi, kami terikat bagai saudara,” jelas Bung Karno. So inspiring!

21 thoughts on “Corat-Coret III

  1. saya suka semua rangkuman coretan ini
    emang bener begitu yang terjadi, biar ga penting asal murah hajar mang…biar keliatannya murah 2200 sebenernya mahal..anak kecil emang jagonya berjiwa besar ga nyampe berjam2/berhari2 udh baikan lagi, dsb…😀

  2. Kalau orang berjiwa besar berbeda pendapat tentang suatu hal, jangan terlalu dirisaukan. Mereka punya cara sendiri untuk menyelesaikannya, minimal itu tidak merusak hubungan pribadi mereka.

    ini nih yang jarang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s