Puisi untuk Ibu

UNTUK “IBUKOTA NEGERI PARA DEWA”
============================

Dengan apa kubalas cintamu, Ma?

Kata puji lebur terdistorsi
sebelum udara menuntaskan kerjanya
mengantar Hertz terendah pada daun telingamu
sedang metafora tak pernah purna
mengukir kasihmu dalam bait-bait kata

Setiap kali keputusasaan menyergap
kupanggil memori terindah kebersamaan kita,
lalu engkau seperti melepas jiwa
menitipkannya pada angin di tenggara Sumatera
mengarungi mil selat sunda
sampai di sebuah cekungan barat Jawa.
Jiwa yang kau lepas itu
menyulam lagi asa jiwaku

Kureguk berkah mata air air mata
saat kau menerbangkan asa ke langit tertinggi
di sisa malam yang masih kabut
bukankah namaku tak pernah luput kau sebut?
Sedang lisanku terlalu tergesa menyebutmu
di ujung munajat yang tak kunjung khusyuk

 
@istana inspirasi
27 Desember 2010

20 thoughts on “Puisi untuk Ibu

  1. Kata puji lebur terdistorsi
    sebelum udara menuntaskan kerjanya
    mengantar Hertz terendah pada daun telingamu
    sedang metafora tak pernah purna
    mengukir kasihmu dalam bait-bait kata

    suka paragraf pertama, nyains dan nyastra (alah..alah istilahnya…)

    nice post, Kang…

  2. Ping-balik: Iluminati, Apa itu??? « CITRO MADURA

  3. apakah ibu punya ajian yang dihembuskan
    sehingga kerap kali kurasakan Homesick berkepanjangan?

    apakah ibu punya samudera
    sehingga kurasakan dingin menyandera
    ketika dunia yang gersang garang mendera?

    kau jawab “aku punya cinta untukmu,”

  4. Ping-balik: Puisi Indah bin Alay ā€œAku Jatuh Cintaā€.. Bleeh | RAMBO EDAN!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s