Corat-Coret V

Ada yang berpisah, ada yang bersatu. Iman bersatu dengan Rita, Shiddieq bersatu dengan Lina, Arqom bersatu dengan Latifiyan, Kurniadi bersatu dengan… eh, belom ding hehe… Ikut senang, sayang saya ga bisa hadir (you know me so well lah ya :p), tapi doa mah insyaAllah tetap teriring: barakallahulakum!

Sebaliknya, anak-anak KITTA sekarang berpencar, tanpa basecamp. Heran juga, saya yang biasa di dalam kamar, kenapa mesti merasa ‘ada sesuatu yang hilang’? Oh, ternyata baru sadar, saya memang suka kesunyian, tapi bukan kesepian hehee

Dalam suasana sunyi dan sepi inilah saya mencorat-coret. Semoga layak baca🙂

 

Coretan satu:
Menurut saya, cara paling efektif untuk menghapus kejengkelan terhadap teman adalah dengan membayangkan kematiannya. Bayangkan dengan sungguh-sungguh, saat kita jengkel padanya, tiba-tiba kita mendengar kabar kematiannya, karena kecelakaan misalnya. Masihkah kita memendam jengkel?

 

 

Coretan dua:
Dendam terhadap kehidupan membuat seseorang menjadi lebih kuat, bahkan mungkin lebih sukses. Tapi orang yang punya dendam itu biasanya terjebak pada kesombongan. Ambil semangat ‘pembuktian’-nya, singkirkan efek samping keangkuhannya.

 

 

Coretan tiga:
“Selama bisa didelegasikan, maka jangan lakukan sendiri,” seloroh seorang teman di suatu sore. Kami tertawa saat itu. Saya jadi teringat ungkapan lawas, “kamu bisa mendelegasikan pekerjaan, tapi bukan tanggung jawab”🙂

 

 

Coretan empat:
Mau merasa seperti dewa? jadilah dosen penguji saat sidang skripsi!

 

 

Coretan lima:
Di bandung ini terlalu banyak perempuan cantik. Menurut saya, ini kondisi yang kurang bagus bagi laki-laki yang belum siap menikah seperti saya. Hidup jadi seperti film yang terlalu banyak iklan. Well, terus berusaha untuk fokus pada “film”, karena setelah siap menikah pun saya hanya perlu menikahi satu perempuan. Dan dia tidak mesti cantik, yang penting baik dan menarik.

 

 

Coretan enam:
Bulan ini saya tidak menulis rencana bulanan. Sialnya, aktifitas saya jadi tergantung deadline. Saya menjadi kreatif dan produktif ketika mendekati deadline. Setelah deadline terpenuhi, saya cenderung santai dan tidak produktif. Ya, ya, ya, bagaimanapun, perencanaan itu perlu. Mungkin itu salah satu hikmah kenapa Allah berpesan supaya segera melakukan pekerjaan lain setelah menyelesaikan suatu pekerjaan: untuk menghindari ketidakproduktifan.

 

 

Coretan tujuh:
Seorang teman SMA, tiba-tiba sms.
Ts: Kadang cowok itu lebih ribet daripada cewek @#%?!@#*\!
Sy: Kadang cewek terlalu merumitkan suatu masalah untuk memahami cowok :p
Ts: Makanya gw ga mau mikirin cowok, ribet. Pengen ngomel2 aja. Lagi anteng2, dipusingin ama masalah kayak ginian. Ribet, rusuh, ga suka, jelek :p
Sy: Iya, kita sama. Makanya gw ga demen ama cowok. Gw ga mau jatuh cinta ama cowok hahaha…
Ts: Haha, kita satu suara, tapi ga sepakat :p

Sms yang ringan, tapi berhasil membuat saya merenung. Betapa seringnya kita mengalaminya: satu suara, tapi tak sepakat🙂

 

 

Coretan delapan:
Menulis itu tentang kepuasan. Uang itu tentang penghidupan. kalau sesuatu yang memberi “kepuasan” bisa sekaligus membiayai “kehidupan”, itu bagus. Tapi kalau tidak bisa, selesaikan dengan caranya masing-masing.

 

 

=@antapani=

38 thoughts on “Corat-Coret V

  1. coretan coretannya ada benarnya juga, dan layak baca mas..

    lagi mikir-mikir: satu suara tapi tak sepakat..? kayaknya pernah juga ngalami yang demikian..🙂

  2. Coretan empat:
    Mau merasa seperti dewa? jadilah dosen penguji saat sidang skripsi!

    mau merasa menjadi dewa? nikah dulu gan, dewa bahkan uda py bayi yang beranjak balita🙂

  3. Hmm,.,, coretan ringan dengan bersenandung riang,,, saya kok membayangkan mas Dedhi menuliskan ini dengan suasana hari riang gembira ria ya,,, dan saya tergelitik dengan satu suara tapi tidak sepakat hohoho😀

    Salam semangat selalu dari Dago

  4. Saya bakalan kreativ saat mendekati deadline…sama dunk…dan menulis itu tentang kepuasan…meski boss saya sering bilang “with writing you won’t get money” siapa bilang…..

    Dengan menulis buktinya kemarin saya bisa ngedealin salah satu project dia, bayangkan kalau saya tidak bisa menulis:mrgreen:

    Btw, tulisan yang ringan tapi penuh renungan🙂

  5. Assalaamu’alaikum Dhedhi…

    Coretan yang membuat kita berfikir bahawa hidup ini penuh dengan persoalan dan ujian hidup. Tanpa kita sedari itulah tujuan kita lahi ke dunia ini adalah untuk diuji Allah dengan banyak hal sehingga mampu menjadi orang sabar dan syukur dengan nikmat yang ada pada kita tapi tidak ada pada orang lain.

    Semoga sukses selalu.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  6. coretan itu sangat membantu dalam meneliti ya ded apa yg sudah dikerjakan apa yg belum
    tanpa coretan serasa tak ada pembatas aktivitas diri,,,coretan yang bermakna tentu mengena bagi orang lain,,,
    salam memncoret coret,,^^

  7. kang dhedi pa kabar, udah lama ga mampir kesini🙂 smoga sehat
    coretan ke4 : “bener bener bener”
    coretan ke6 : “saya banget hahahaha…”

  8. Menulis itu tentang kepuasan. Uang itu tentang penghidupan. kalau sesuatu yang memberi “kepuasan” bisa sekaligus membiayai “kehidupan”, itu bagus.
    kutipan yang saya suka.. haha ada g yah😀

  9. jujur nih, justru saya merasa tidak produktif ketika dapat order, hehe.. soalnya imajinasi jadi terkurung oleh permintaan klien…

    *curhat seorang idealis amatiran, hehe*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s