Menulislah, Menulislah…

Menulislah, menulislah…
Di luar sana, banyak orang yang butuh “kasih sayang” kita. Kalaupun belum bisa menulis untuk merayakan kasih sayang, menulislah untuk kesenangan kita. Sekadar meledakkan kebahagiaan, atau mem-puisikan kesendirian, atau apapun yang dirasa.

Lalu berbagilah. Kata orang bijak, berbagi tak membuat rugi. Sebarkan tulisan kita melalui internet –meminjam istilah Thomas L. Friedman dalam The World is Flat—ke dunia yang semakin datar ini. Maksimalkan fungsi blog, jejaring sosial, dan milis untuk menyebar tulisan. Dan jika mading di sekolah, kampus, masjid, atau lingkungan rumah kosong melompong, tentu akan lebih bermanfaat jika diisi tulisan kita.

 

Mungkin saat ini kita berpikir tulisan kita tak ada yang baca. Tapi siapa bilang selamanya tak berguna? Bisa jadi di tahun-tahun selanjutnya, bahkan saat kita sudah lupa pernah menuliskannya, ada email atau pesan YM masuk, “Terima kasih, Sahabat, salah satu tulisanmu telah membuat saya merasa plong.”

Bukan, bukan. Tentu bukan ucapan terima kasih yang kita buru. Itu hanya bonus, atau semacam penguatan: bahwa hadirnya kita di dunia ini harus menghasilkan suatu kebaikan, yang berguna untuk kebaikan lainnya, dan begitu seterusnya.

Mungkin juga kita malu. Merasa tulisan kita paling jelek sedunia. Tapi tak sadarkah kita bahwa telah ada berderet-deret nama penulis terkenal yang awalnya juga tidak percaya diri?

Jangan diam. Ambil buku, reguk ilmu. “Menulis merupakan langkah lanjutan membaca,” begitu tag-line upgrading FLP Jabar beberapa waktu lalu. Seringkali aktivitas menulis terasa lebih mudah dilakukan setelah membaca. Kenapa? Karena setelah membaca, kepala kita jadi terisi. Ide-ide di kepala itulah yang siap kita bagi.

Sekali lagi: jangan diam! Kalau dalam kesendirian terasa buntu, bergabunglah dengan orang-orang yang juga mencintai literasi. Ada banyak komunitas penulis, bergabunglah dengan salah satunya. Menyebut nama Forum Lingkar Pena (FLP) sebagai salah satu komunitas terbesar untuk para penulis, tentu tidak berlebihan.

FLP yang didirikan pada tahun 1997 oleh Helvy Tiana Rosa di kampus UI Depok itu, kini memiliki ribuan anggota. Cabangnya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Jadi kalau dulu Taufik Ismail berkata bahwa FLP adalah anugerah untuk Indonesia, maka seharusnya FLP sekarang merupakan anugerah bagi dunia internasional. Bergabung dengan komunitas seperti ini, tentu memiliki keasyikan tersendiri.

Tapi jangan terburu bangga karena bergabung dengan komunitas penulis. “Siapa yang lambat amalnya, maka nasabnya tidak dapat memuliakannya,” begitu kata Nabi. Meski telah bergabung dengan komunitas penulis, selamanya engkau bukan penulis selama tidak menulis.

Pada akhirnya, kita sendirilah yang harus secara sadar menarikan jari di atas keyboard, menitipkan ruh pada harmoni huruf-huruf. Siapa tahu mereka bisa mewakili kita menyapa banyak orang, menginspirasi banyak orang, bahkan saat jasad kita telah lebur dimamah tanah. Disebabkan alasan serupa itulah, kita merangkai kalimat yang bermanfaat, lalu menyebarkannya.

Selamat menulis.

Salam semangat, Sahabat!

Dedi Setiawan

65 thoughts on “Menulislah, Menulislah…

  1. suka ma kalimat ini “Titipkan ruh kita pada harmoni huruf-huruf, siapa tahu mereka bisa mewakili kita menyapa banyak orang, menginspirasi banyak orang, bahkan saat jasad kita telah lebur dimamah tanah”..

    teruslah menulis mas, teruslah berkarya..🙂

  2. trimakasih,, tulisan mu kali ini benar2 membuat qu merasa plong …

    heheh ini hanya bonus lho dhedhi, tapi beneran og, kadang qu merasa bingung juga, bwt apa nulis capek2 .. eee ternyata dirimu memberikan jawaban dari tanya yang belom sempat terucap ini ..

    salam 🙂

  3. Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Dhedhi…

    Menulis hakikatnya berkongsi banyak perkara. Menulis memaknai banyak kehidupan yang belum kita sadari di mana perubahan bisa diungkap karenanya. Walaubagaimanapun, jika tidak bisa menulis, maka jadilah pembaca yang hebat. Dunia baca dan tulis adalah ibarat aur dengan tebing.

    Nice posting. Bersemangat untuk selalu menulis. Terima kasih Dhedhi. Tulisannya ringkas namun bermanfaat.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  4. ^_^..

    iyah mas…tadinya indah nulis diary di blog cuma buat tempat curhat ajah..😀
    eh..ga nyangka tulisan itu bisa juga membuat temen indah ‘plong’

    :”)
    sejak saat itu jadi lebih berusaha..agar ruh ruh dalam setiap huruf yang indah tulis mengandung kebaikan..🙂

    keep writing..🙂

  5. kita tidak akan pernah tahu kapan tulisan kita dibutuhkan, cukup menulis untuk diri sendiri sebagai awalnya. siapa tahu nanti berguna untuk orang lain ^^

  6. setuju sekali hehe.. mungkin awalnya kita hanya menuliskan pengalaman kita, tapi bisa jadi ada banyak orang yg mengalaminya sehingga bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang..syukur2 bisa membantu dan menjadi inspirasi..🙂

  7. Salam perkenalan untuk mas Dedi,

    Saya Eyangkung laki2 lansia yang ingin coba2 melangkah di dunia maya. Kalau mau disebut blogger, sayalah blogger BALIBA. Ini arti harafiahnya maupun kiasannya.

    Ini kunjungan saya pertama sebagai kunjungan balasan. Teima kasih atas kunjungn mas Dedi ke blog saya yang masih primitive. Diblog ini tentu yang pertama saya ingin tahu siapa pemilik blog ini. Semua menu blog ini sudah saya buka. Beberapa artikel sudah saya baca. Sampailah pada kesimpulan: saya tertarik blog ini. Saya ingin bergabung dengan blog ini. Kalau hanya mau baca artikel2nya tentu tidak perlu ijin. Tetapi lebih dari itu saya ingin sharing dengan penulisnya. Untuk bertanya banyak hal yang akhirnya membuahkan satu kesimpulan sebagai kritalisasi artikel yang baru selesai saya baca sehingga saya memperoleh manfaat sebesar2nya. Cara yang praktis ialah saya menulis komentar dalam blog ini dan tentunya ingin komentar saya ditanggapi.

    Oleh karena itu saya mohon ijin ikut bergabung menulis komentar diblog ini dengan “komentar gaya Eyangkung”. Saya menunggu ijinnya. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

    Salam persaudaraan blogger

    • maaf baru bales, mbah🙂

      wah, senang bisa berteman dengna eyang🙂
      saya mesti banyak belajar dari sesama blogger. kita sharing bersama ya🙂

      salam

  8. kalo saya bukan hanya karena pengen nulis… tapi karena saya harus rajin membaca skrg… dengan menulis saya jadi membaca, vice versa… soale sy makin tue makin sangat malas membaca, parah deh…

  9. Menulis menurut saya adalah filosofi kehidupan.Kita bisa mengisi lembaran2 kertas atau mengetik dimedia maya dengan kebaikan atau keburukan sesuai apa yang kita rasakan.Kita bisa menjadi malaikat juga bisa jadi iblis dengan apa yang kita tulis…so keep writing Happy reading

  10. saya merasa senang dan menyenangkan untuk menulis..maka dipastikan akan menulis terus dan ii seperti sudah menjadi hobby😀

    salam sejahterah dan sukses selalu

  11. salah satu fungsi menulis dalam hal ini blogging, sy secara tdk sengaja mememungsikannya sbg pengingat… jd ‘reminder’, contoh, “kapan terakhir service motor?” Jwb: oiya!!! Terakhir service mtr itu ktk saya menulis ttg ‘guangzhou’, krn saya membuatnya saat duduk di ruang tunggu, serta menulis artikel via handphone…

    Semangat malam kang Dedhi😉

  12. Setuju !!! teruslah menulis meskipun tulisan itu tidak berarti bagimu. Namun bisa jadi tulisan itu sangat bermanfaat bagi oran lain.
    Kalau aku sendiri menulis itu sebagai media penyaluran dari kata hai yang tidak bisa keluar secara verbal. Jadinya hanya tulsian yang mewakili diriku😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  13. Menulislah untuk berbagi, siapa tahu ada seseorang lain di sana yang membutuhkan tulisan kita. Kalaupun tidak, dengan tulisaan itu kita telah bisa menyalurkan apa yang kita rasa da ingin.

  14. bener banget nih, gw pernah bikin postingan konyol gw kira itu iseng aja, tp tau2 ada pesan di fb yg bilang postingannya lucu sekali sampai disebarin di mading sekolahnya.. *terharu*

  15. Iya betul sekali mas, sudah banyak juga saya membaca artikel di blog-blog yang membuat saya “plong”, terkadang yang menuliis itu sendiri ga sadar kalo dah banyak yang terbantu dengan tulisannya. termasuk tulisan mas yang ini deh, bikin semangat, makasih ya mas..(bonus dari saya:p)
    Salam Kenal! ^_^

  16. tulislah ketika kamu bosan, tulislah ketika kamu marah, tetapi jangan sampai ada sesiapa yang membaca tulisan kamu itu…
    simpan ajelah di dalam diary, buat kenangan di suatu hari nanti

    salam dari jauh!

  17. Iya mari kita menulis. Menulis tak hanya menajamkan suatu pengetahuan tapi juga menambah jumlah neuron di otak kita. Selain itu tentu bonus, menyebar kebaikan di muka bumi. Selamat menulis

  18. Menulis, menulis dan menulis, hal itulah yang aku lakukan selama ini. apakah itu kemudian bermanfaat atau tidak, sepenuhnya saya serahkan kepada netter yang kebetulan nyasar keblog. Atau setidaknya nanti, aku bisa pamer sama cucu bahwa mbah kung-nya punya blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s