Bukan Kolektor, Tapi Eksekutor!

Apa kabar orang-orang yang mengaku aktivis namun mengisolasi diri dari lingkungan karena terjangkit penyakit narsis akut terhadap golongannya? Masihkah para da’i enggan membumi karena sejadahnya masih menggantung di langit? Belum cukupkah adu argumen di antara aktivis dakwah yang menyebabkan mereka pasif melakukan kerja-kerja besar guna membangun peradaban?

Tentu saja, sekedar berilmu tidaklah cukup (apalagi tidak berilmu?). Sekedar punya banyak hafalan belumlah cukup (apalagi tak punya hafalan?). Menjadi kolektor ilmu tanpa beramal adalah hal yang menyedihkan. Karena kalau hanya untuk mengoleksi, cukuplah kita gunakan flashdisk, hardisk, atau keping DVD saja.

Dan punya banyak koleksi kitab-kitab tebal bukanlah segalanya. Punya koleksi ceramah berformat .mp3 bukan hal luar biasa. Peran yang harus kita mainkan bukan sekedar sebagai kolektor teori kebaikan, tapi eksekutor kebaikan! Karena tujuan ilmu bukan untuk kenikmatan intelektual semata. Ilmu datang sebagai rahmat bagi semesta alam, maka sebarkan untuk semesta alam. Amalkan untuk kepentingan masyarakat seluas-luasnya!

2 thoughts on “Bukan Kolektor, Tapi Eksekutor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s