Energi Kekalahan


El Clasico memang selalu menarik. Laga Real Madrid kontra Barcelona ini menyuguhkan tontonan sepak bola kelas atas. Dan tentu, suasana duel yang selalu panas.

Spanish Super Cup leg 2 kali ini digelar di markas Madrid, Santiago Bernabeu, pada 30 Agustus 2012 pukul 03.30 WIB. Sadar akan defisit gol karena kalah 3-2 di leg 1, Madrid langsung tancap gas. Hasilnya, Higuain sukses mengonversi blunder Mascherano menjadi gol pada menit ke sebelas.

Unggul satu gol tidak menurunkan agresifitas Madrid. Tujuh menit berselang, Ronaldo menyumbang gol untuk Madrid. Dengan teknik tinggi, pemain termahal dunia itu melakukan backheel untuk melewati hadangan Pique, mengontrol bola, dan gol!

Tapi bukan Barca namanya kalau tidak bisa membalas. Dan ini juga yang membuat pertandingan tetap memikat tiap detiknya. Lewat eksekusi tendangan bebas, Messi sukses menggetarkan gawang Cassilas. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Pas babak kedua baru dimulai, adzan subuh berkumandang. Bagi penikmat el clasico, ini ujian berat. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, skor akan berubah usai solat subuh di masjid.

Untungnya akan sehat masih dominan. El clasico biasanya ada tayangan ulangnya, dan gol-golnya bisa dilihat di youtube. Lha, kalau solat subuh? Solat hari ini berbeda dengan besok. Solat tidak ada tayangan ulang. Bismillah, berangkat ke masjid.

Selesai solat, skor masih 2-1. Bedanya, tempo permainan Madrid menurun. Tapi kedua tim masih saling teror gawang lawan. Hingga pertandingan usai skor tak berubah. Madrid juara.

Alasan Kemenangan

Ada banyak alasan tentang kemenangan Madrid. Kembalinya Pepe yang notabene bek tangguh Madrid, dukungan penuh suporter di Bernabeu, dan jitunya Mourinho menyusun taktik merupakan beberapa di antaranya. Namun jauh di dalam diri pemain Madrid, saya yakin ada hal lain yang membuat mereka begitu digdaya kali ini, yaitu energi kekalahan.

Maksudnya, itu energi yang timbul akibat kekalahan sebelumnya. Bayangkan, memulai musim 2012/2013 sebagai jawara La Liga, Madrid belum sekalipun merasakan kemengan hingga jornada dua. Di dua pertandingan terakhir, Madrid kalah atas Getafe di liga dan kalah dari Barca di leg 1 Spanish Super Cup.

Ya, energi kekalahan inilah yang memotivasi seseorang untuk menang. Mereka percaya bahwa mereka memiliki semua alasan untuk jadi juara. Kalau bisa tampil luar biasa, kenapa mesti di bawah standar? Kalau bisa menang, untuk apa kalah? Kalau bisa bangkit, apa gunanya meratap terlalu lama?

Tapi energi itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memiliki mental juara. Pemilik mental pecundang hanya meratapi kekalahan demi kekalahan yang dialami. Hingga akhirnya kekalahan berikutnya menerjangnya.

Begitulah, kalah menang itu biasa dalam kompetisi. Yang terpenting bagaimana kita menyikapi dan terus memperbaiki diri. Saya jadi teringat pesan ayah saya pada suatu malam. “Kegagalan tidak selalu melahirkan kerugian, bahkan seringkali kegagalan melahirkan keuntungan. Asalkan kita tetap mau belajar dan pantang menyerah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s