Anugerah Berupa Rasa Takut

Yudhistira akhirnya datang ke Hastinapura. Di sana ia ditantang oleh Duryodhana bermain dadu. Target Duryodhana tidak main-main: seluruh kekayaan dan kerajaan Yudhistira harus menjadi miliknya.

 

Karena berpegang teguh pada ajaran agamanya, Yudhistira menolak ajakan judi itu. Namun Sakuni, teman Duryodhana, menyentak, “Kalau memang takut kalah, jangan ikut main! Jangan beralasan dengan basa-basi tentang ajaran moral dan budi pekerti!”

 

Yudhistira panas. Wajahnya memerah. “Baiklah, aku main!” katanya.

 

Permainan dimulai. Mulanya mereka bertaruh uang, dan Yudhistira kalah. Bertaruh emas, Yudhistira kalah. Bertaruh semua pasukan, Yudhistira kalah. Bertaruh sawah ladang, Yudhistira kalah. Hingga akhirnya seluruh Pandawa –termasuk Yudhistira – dipertaruhkan, dan Yudhistira kembali kalah. Terakhir, Draupadi, istri Pandawa, dipertaruhkan juga. Hasilnya? Yudhistira tetap kalah!

 

Jika kisah ini dilanjutkan, tentu masih banyak hikmah yang terkandung. Tapi saya sengaja memotongnya di sini. Sekarang mari lihat lagi kalimat Sakuni: Kalau memang takut….

 

Nah, tentang rasa takut ini, tanggapan masing-masing orang tentu beragam. Ada yang bilang, “Buang jauh rasa takutmu.” Yang lain berceloteh, “Mari hidup tanpa rasa takut.” Dan beberapa acara di televisi, semisal Fear Factor, sebenarnya juga memberikan pesan serupa.

 

Bagi saya sendiri, rasa takut itu sebenarnya anugerah. Ia seperti warning di awal agar kita berhati-hati. Ia juga menyiapkan diri kita untuk tegar ketika pada akhirnya harus didera rasa terluka, rasa sakit.

 

Tapi bukan berarti kita harus memelihara rasa takut terus-menerus hingga ia membesar berkali lipat. Yang harus kita lakukan adalah mengurangi rasa takut tersebut. Mengurangi, bukan menghilangkan sama sekali. Karena kita memang harus tetap melangkah, kan? Hanya saja, dengan anugerah berupa rasa takut, kita dapat mempersiapkan diri secara lebih cermat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s