Merawat Janin Ide

Bagi seorang penulis, ide adalah sesuatu yang sangat penting. Ada penulis yang rela merogoh kocek untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu guna mendapatkan ide. Beberapa yang lain menyepi ke pedalaman untuk mencari ide. Bahkan ada yang sengaja melakukan ritual khusus untuk mendapat ide.

Ide itu seperti janin di dalam kandungan. Ia perlu dijaga, dipelihara, hingga kemudian terlahir sebagai karya. Maka kehilangan ide merupakan kerugian besar bagi seorang penulis. Dan salah satu penyebab seorang penulis mengalami keguguran janin ide adalah karena lupa.

Maka itu dibutuhkan semacam tips yang bisa merawat ide, agar ia lahir sebagai karya, sekaligus menghindari penulis dari keguguran janin ide. Pertama, bawalah selalu alat pencatat. Bawalah buku kecil atau lembaran kertas yang mudah dibawa ke mana saja. Peliharalah janin ide dengan cara mencatatnya sejak pertama kali ia hadir di dalam benak.

Kedua, bawalah alat perekam. Kalau kita sulit menulis di keramaian atau khawatir catatan itu tercecer, maka alat perekam ini akan sangat membantu. Hidupkan alat perekam, dekatkan ke bibir, lalu bicaralah tentang ide yang terlintas itu.

Malas membawa buku catatan atau alat perekam? Gunakan handphone. Ya, itu tips yang ketiga. Catatlah ide yang datang melalui fitur SMS atau note. Sekarang banyak juga handphone yang dilengkapi kemampuan untuk merekam, tentu kita bisa menggunakannya sebagai alat perekam.

Terakhir, milikilah catatan harian. Sastrawan Taufik Ismail pun menyarankan agar menulis catatan harian secara berkala. Menurut beliau, ada dua hal yang harus dituliskan pada catatan harian, yaitu peristiwa dan perasaan. Catatan harian ini bukan saja berguna untuk menyimpan ide, bahkan bisa dijadikan sarana untuk menghadirkan ide.

Itulah beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan agar terhindar dari keguguran ide. Semoga kita dapat memelihara janin ide yang kita miliki dan melahirkan karya-karya yang bermanfaat. Allahumma aamiin.

Dedi Setiawan 

One thought on “Merawat Janin Ide

  1. Ping-balik: Kehabisan Ide Itu Omong Kosong | Tarian Keyboard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s