Kehabisan Ide Itu Omong Kosong

Pernah saya merasa mentok ketika ingin menulis. Lho, lho… belum apa-apa sudah bilang “mentok”, katanya “kehabisan ide itu omong kosong”?

Ya, saya pernah bilang, supaya otak ga males mikir, saya melatihnya dengan menulis setiap hari. Sampai suatu waktu, saya merasa “harus” menulis, tapi ga tau mau nulis apa. Nah, apakah saat itu saya benar-benar kehabisan ide? Tidak!

Yang sebenarnya terjadi adalah saya secara otomatis menyeleksi ide-ide yang yang datang. Bahasa kejamnya, saya membunuh ide saat masih janin. Saya seolah hanya punya satu kotak untuk menyimpan “ide baik”. Ketika saya pikir yang datang adalah “ide buruk”, buru-buru saya membuangnya.

“Nulis tentang hobi aja”. Ah, kan udah sering nulis tentang hobi. “Nulis tentang jalan-jalan?” bagus sih, tapi ga bisa. “Kalo tentang kejadian sehari-hari?” emm… anak kecil juga bisa!

Seribu satu ide datang, dan mungkin kita mengabaikannya dengan seribu dua alasan. Sengaja saya tulis “seribu dua”, untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kita bisa lebih kreatif dari yang dikira.

“Setiap hari, ide mengejar orang pintar dan menjauhi orang bodoh,” begitu kata Jeihan Sukmantoro saat saya mengunjungi galerinya dua tahun lalu. Jeihan adalah pelukis dengan ciri khas mata bolong. Di usia yang tidak lagi muda, ia tetap punya kreativitas yang mengagumkan. Rahasianya? Mungkin karena ia percaya bahwa ide selalu mengejar orang pintar. Dan lagi, apakah ada orang yang benar-benar bodoh di dunia ini?

Jadi, kehabisan ide itu omong kosong!

Wallauha’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s