Ide Datang Karena Telah Terbiasa

Gak! Gak mesti kayak judul di atas! Ide bisa datang pada siapa saja. Pada mereka yang beginner, follower, leader, dreamer, minder, carper, kuper, laper hehe…

Tapi, tentu beda ketika ide datang pada mereka yang telah “terbiasa”.

Kamu biasa nge-game, ga bisa masak. Nah, tiba-tiba kamu punya ide bikin kue bolu yang kamu pikir unik banget. Kira-kira, kamu bakal bikin tuh kue bolu ga?

Kamu jago banget karate, ga biasa nulis, ga suka baca. Tiba-tiba, kamu punya ide bikin novel cinta yang mengharu biru, yang kamu pikir tuh novel bakal best seller. Kira-kira, dalam waktu dekat, kamu bakal nulis novel itu ga?

Kalau dua pertanyaan di atas kamu jawab dengan, “Yup, dijamin bakal gue kerjain”, ok, berhenti baca tulisan ini sekarang. Karena saya salah analisis, sehingga salah berpendapat. Karena saya percaya, nasib ide bisa berbeda di tangan mereka yang telah “terbiasa”.

Kemarin saya ketemu Pak Wawan Kartiwa Haroen di Balai Besar Pulp dan Kertas, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Dia penemu kanvas rem dari serat pulp. Setelah ngalor-ngidul ngobrol tentang kegemarannya ngutak-ngatik mobil, saya tanya ide awal temuannya. “Saya melihat limbah pulp berserak, saya pikir ini bisa jadi kanvas rem,” ceritanya.

Bisa dibayangkan, andai yang melihat limbah pulp itu seorang pemulung. Pasti bisa jadi duit juga, tapi mungkin bukan jadi kanvas rem. Di tangan Pak Wawan, itu bisa jadi kanvas rem. Ini sekadar contoh, betapa ide bisa terwujud di tangan orang yang telah “terbiasa”.

Contoh yang lain masih berderet-deret jumlahnya. Semuanya menunjukkan pepatah lama, ala bisa karena biasa. Tanyalah pada para penemu, berapa lama mereka bergelut di bidangnya. Tanyalah pada para inovator, berapa lama mereka jatuh-bangun di bidangnya.

Yup, mereka yang berhasil menerjemahkan ide ke dalam karya, biasanya mereka yang sudah “terbiasa” dengan bidang tersebut. Sstttt, jangan bilang ini tentang gelar berdasarkan latar pendidikan. Ini tentang kompetensi yang terus dilatih!

One thought on “Ide Datang Karena Telah Terbiasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s