Jual-Beli Manusia Itu Lumrah

Pagi ini group WhatsApp intertek membahas sebuah iklan provokatif. Namanya iklan provokatif, isinya tidak usah dijabarkan secara gamblang. Intinya, iklan itu bilang: di negeri tetangga, Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Indonesia lagi diskon.

Hampir semua yang komentar menunjukkan ketidaksukaan. Oke, saya juga hehe. Tapi, kemudian saya pikir, “jula-beli” manusia sudah berlangsung sejak lama, dan sekarang menjadi sesuatu yang lumrah.

Di dunia olah raga, sudah biasa istilah jual-beli pemain. Di sepak bola misalnya, Cristiano Ronaldo  dinobatkan sebagai pemain termahal ketika Real Madrid membelinya dari Manchester United seharga 80 juta Pounsterling.Barcelona harus merogoh 10,5 juta Euro setiap tahun untuk membeli servis Messi. Dan banyak lagi contoh lainnya.

Di perusahaan juga terjadi hal serupa. Petinggi Bank A “dibeli” oleh Bank B dengan iming-iming gaji naik berkali lipat, rumah, kendaraan, dan sederet fasilitas lainnya. Programmer C “dibeli” oleh perusahaan IT D. Koki E “dibeli” oleh restaurant F. Dan seterusnya.

Teman saya @panjiprabowo nyeletuk, “Dibeli karena kapasitas (softskill), gapapa, Ded. Apalagi dibayar mahal.” Nah, itu kuncinya: softskill. Emm, ralat, mungkin sebenarnya di kata “MAHAL”-nya itu hehe.

Kalau PRT dibayar mahal, apa kita masih tidak suka dengan iklan dari negeri tetangga itu? Misalnya, PRT asal Indonesia digaji 1 milyar per bulan. Walaupun ada iklan yang bilang PRT asal Indonesia lagi diskon 50%, mungkin tidak ada yang cemberut.

Tapi, pertanyaan selanjutnya: apa yang membuat seseorang pantas dibayar mahal? Kembali lagi ke celetukan teman saya itu. Yup, softskill. Semakin bagus softskill, semakin tinggi kapasitas, semakin pantas kita mendapat efek samping berupa pendapatan yang tinggi. Yeah, pendapatan tinggi itu “cuma” efek samping dari kerja cemerlang.

Jadi, ketika saya bilang jual-beli manusia itu lumrah, tentu saya tidak mengacu pada fisik. Yang dihargai adalah intelektualitasnya. Yang dibeli adalah kapasitasnya. Wallau’alam.

2 thoughts on “Jual-Beli Manusia Itu Lumrah

  1. Ping-balik: Sebenarnya, Berapa Gaji yang Layak untuk Pembantu? | Tarian Keyboard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s