Keren dalam Kesederhanaan

Jangan mempersempit kata “keren”. Apalagi mengartikannya sebagai sesuatu yang bombastis dan “wah” semata. Sesuatu yang sederhana pun bisa menjadi keren jika dikemas dengan baik. Kali ini kita ambil contoh penggunaan kata dalam sajak. Berikut petikannya:

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Apa rasa yang menyeruak di dalam dada ketika membaca sajak di atas? Pertama kali saya membacanya saat SMP, saya merasakan sesuatu yang indah, syahdu, sederhana, tapi efeknya sangat kuat. Sajak itu membekas di hati sejak kali pertama saya membacanya.

 

Perhatikan pilihan katanya. Adakah kata yang bombastis? Adakah kegombalan yang diobral seperti sering kita saksikan di acara-acara gombal di televisi? Tidak ada. Sajak itu mencontohkan bagaimana kesederhanaan bisa menjadi keren ketika diracik dengan apik. Ada banyak sajak keren, dan sajak “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono itu salah satunya.

 

Nah, yang sederhana juga keren, kan?

7 thoughts on “Keren dalam Kesederhanaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s