Beginilah Caranya Mengatasi Kemacetan

Hari ini saya naik angkot. Bukan, bukan untuk mengurangi kemacetan, kemudian memutuskan naik angkutan umum. Saya belum sebijaksana itu hehe.

Selain karena belum bijaksana, angkutan umum di Bandung juga belum bisa dijadikan pilihan utama. Bukannya tepat waktu, bisa-bisa tambah telat. Aneh juga, banyak yang gembar-gembor menghimbau untuk mengurangi kemacetan, tapi transportasi massalnya tidak tersedia. Transportasi massal yang nyaman, aman, dan tepat waktu belum tersedia. Padahal menurut saya, itu solusi pertama untuk mengatasi kemacetan.

Bentuknya? Terserah, bisa bis, kereta, atau ada ide yang lain. Untuk lebih murah, sediakan karcis berlangganan. Kalau transportasinya benar-benar bisa memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketepatwaktuan, dijamin masyarakat akan memarkir kendaraannya di garasi.

Tapi, tidak setiap tempat bisa disediakan terminal atau stasiun, kan? Ke tempat yang dituju, masih harus jalan, dong? Betul. Tapi, ayolah, jangan manja. Jalan kaki juga bisa bikin sehat. Kalau banyak yang tidak kuat jalan kaki, tinggal sediakan tangga jalan seperti di bandara. Untuk jarak 500 meter misalnya, si pengguna mesti bayar seribu rupiah.

Solusi kedua adalah mempermahal pajak kendaraan. Kalau transportasi massal sudah tersedia, naikkan pajak kendaraan. Misalnya, 10 juta/tahun untuk sepeda motor dan 25 juta/tahun untuk mobil. Dengan begitu, orang yang punya kendaraan pribadi adalah orang yang betul-betul butuh dan mampu memilikinya.

Lha, pendapatan dari sektor pembelian kendaraan bakal berkurang dong? Iya. Tapi pemerintah ditunjuk untuk melayani rakyat, kebijakannya harus pro-rakyat. Kalau transportasi lancar, itu rakyat umum yang menikmati. Tapi kalau pendapatan dari jual-beli kendaraan, yang menikmatinya jelas lebih terbatas. Selain itu, pendapatan daerah tetap dapat digenjot dengan menggairahkan kegiatan ekonomi rakyat.

Jadi, cara mengurangi kemacetan? Sediakan transportasi massal dan naikkan pajak kendaraan bermotor.

3 thoughts on “Beginilah Caranya Mengatasi Kemacetan

  1. Hehe.. Mungkin agak susah kalo naikin pajak… nyatanya ide yang sesimpel ini sampai sekarang belum dilakukan juga.. Terlalu banyak kepentingan (uang) yang menyetir kebijakan publik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s