Buku yang Jatuh Ke Comberan

Entah karena lelah, entah kurang hati-hati, istri saya menjatuhkan buku saya. Jelas ini perbuatan tidak menyenangkan! Hehe. Tapi lebih jelas lagi bahwa dia tidak sengaja. Kan, dia menjatuhkannya di selokan, di comberan, masa sengaja?

“Aduuuh, maaf ya,” katanya. Saya tahu, itu tulus. Soal buku, dia tidak mungkin main-main. Soalnya dia tahu, kalau buku saya dipinjam orang, lalu dikembalikan dalam keadaan lecek, berantakan, dan terlipat di sana-sini, saya pasti sewot.

Saya ambil buku yang jatuh di selokan itu. Siapa tahu masih bisa diselamatkan. Saya siram dengan air. Nyatanya terlalu banyak noda. Tidak mungkin saya melanjutkan membaca buku itu.

Sejujurnya saya kesal malam itu. Ingin saya bilang: mulai saat ini, jangan sentuh buku-buku saya lagi. Untungnya, saya masih sempat menimbang-nimbang.

Kalau saya bilang begitu, kemudian dia benar-benar tidak membaca buku, bagaimana saya bisa diskusi tentang buku dengannya? Kalau dia tidak baca buku, bagaimana dengan anak-anak kami nanti? Anak-anak mencontoh budaya orang tuanya. Kalau ibunya saja tidak membaca, bagaimana anaknya? Harga buku itu maksimal 100 ribu. Andai anak-anak kami tidak punya budaya baca karena saya pernah melarang ibunya membaca buku-buku saya, tentu saya akan lebih rugi lagi.

Akhirnya saya santai saja malam itu. Bercanda dan tertawa seperti biasa. Saya berusaha menganggap itu kejadian biasa. Memang biasa, kan? Hehe.

Beberapa hari kemudian, saya sempatkan ke toko buku. Alhamdulillah lagi ada diskon. Saya langsung membeli buku yang sama dengan buku yang jatuh ke comberan itu.

Lalu saya tunjukkan buku yang saya beli itu ke istri. Dia tersenyum. “Baru aja mau ke toko buku, mau nyari buku itu, mau ngeganti buku kamu,” katanya.

Sekarang? Kami membaca buku itu bergantian, kadang berebutan. Kami diskusi tentang isi buku. Kami saling goda dengan berpura-pura akan menceritakan isi bab selanjutnya.

OMG! Andai saya meluapkan kekesalan saya malam itu, mungkin pengalaman menarik seperti ini tidak akan terjadi. Wallahu’alam.

One thought on “Buku yang Jatuh Ke Comberan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s