Saat Lebih Baik Kehilangan HP daripada Mobil

Kemarin saya nonton acara “Hitam Putih” yang dipandu Deddy Corbuzier. Bintang tamunya Aming. Acaranya menjadi sedikit lebih lucu ketika Deddy mencoba menciptakan suasana melow, sendu, dan dramatis. Loh, kok lucu? Iya, soalnya Aming terlihat susah digiring ke keadaan seperti itu.

Bayangkan, saat itu Deddy menanyakan hal-hal yang (awalnya saya menduga) membuat Aming sedih. Backsound juga sudah mendukung untuk suasana melow-dramatis. Saya bersiap melihat Aming yang cengengesan berubah menjadi terisak.

Deddy menanyakan perasaan Aming tentang (alm) ibunya. “Satu kata: kangen!” jawab Aming dengan wajah serius. Itulah kenapa saya mengira bahwa Aming akan menangis. Tapi ternyata Aming melanjutkan kalimatnya. “Emm, dua kata deh: kangen banget!” Dan lagi-lagi, Aming nyerocos, “Tiga kata: kangen banget banget!” Harapan saya buyar. Ending-nya, Aming menjawab dengan suara lucu, “Empat kata: kangen banget banget, gila!”

Hehe, itu sedikit intermezo sebelum saya membahas “Saat Lebih Baik Kehilangan Handphone (HP) dari Pada Mobil”.

Masih di acara yang sama. Deddy bertanya, “Lebih baik kehilangan HP atau mobil”. Dan Aming menjawab, “HP!” Sampai beberapa saat, saya masih memikirkan jawaban Aming itu.

Untuk orang seperti saya, tentu lebih memilih tidak kehilangan keduanya hehe. Tapi kalau harus salah satu, lebih baik kehilangan HP. Kenapa? Pertama, karena semua data di HP telah saya back-up di komputer. Kedua, meskipun HP merupakan barang privasi, tapi saya tidak menyimpan hal-hal privasi di HP. Ketiga, mobil merupakan transportasi utama untuk ngantor, sedangkan tanpa HP saya masih bisa berkomunikasi dengan teman-teman dengan menggunakan laptop. Keempat, harga pasaran mobil 200-300 juta, sedangkan HP sekitar 5-10 juta. Kelima, meski sim card hilang, saya masih bisa menggunakan nomor yang sama dengan mendatangi service center.

Saya tidak bermaksud menjadi paranormal untuk menyelami pemikiran Aming. Saya hanya menduga-duga. Pertama, Aming jauh lebih terkenal daripada saya, sehingga ketika hal-hal privasinya terekspos ke masyarakat, itu akan mengganggunya. Kedua, mobil ada asuransinya, sedangkan HP tidak. Ketika hilang mobil, tinggal klaim ke asuransi. Beres!

Jadi, kapankah seseorang lebih memilih kehilangan mobil dari pada HP? Saat seseorang itu menjadi orang “penting”. Dan tentu… mobilnya telah diasuransikan🙂

One thought on “Saat Lebih Baik Kehilangan HP daripada Mobil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s