Gnothi Seauthon

Pada abad VI SM, seorang orakel di daerah Delphi, Yunani, pernah mengungkapkan suatu kalimat pendek. Konon kalimat tersebut jadi penyebab berkembangnya ilmu filsafat di  Yunani. “Gnothi seauthon!” katanya. “Kenalilah dirimu!” begitu kira-kira artinya.

 

Mengenal diri sendiri memang begitu penting. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang jadi tahu tentang kelemahan dan kekuatannya. Mengenal diri sendiri harus dilakukan sebelum berusaha mengenal teman dan lawan, begitu kata seorang panglima perang terkenal bernama Sun Tzu. Bahkan lebih dari itu, ada ungkapan: siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya.

Lantas, bagaimana cara mengenal diri sendiri? Merenunglah. Sediakan waktu untuk mencermati dan berpikir tentang diri sendiri. Ini berguna agar kita tahu potensi diri.

 

Ingat-ingatlah track record hidup kita. Buat list kelebihan yang kita miliki. Misalnya kelebihan berat badan hehe… Sepertinya bercanda ya, tapi bisa jadi serius. Sekedar menyebut nama, Pretty Asmara dan Mo Sidik Zamzani, adalah contoh orang-orang yang berhasil menggunakan berat badan sebagai suatu keunikan dan “nilai lebih”.

So, jangan menganggap kelebihan yang kita miliki sebagai kekurangan. Ada orang-orang yang jago berhitung, ada yang jago ekonomi, ada yang jago sejarah, dan banyak lagi. Biarkan orang lain dengan kelebihannya. Kita? Alhamdulillah, atas karunia-Nya memiliki kelebihan kita sendiri.

Kelebihan merupakan kekuatan kita. Sesuatu yang kita anggap kekurangan juga bisa jadi merupakan kekuatan kita. Karena segala sesuatu yang kita anggap kekurangan, sejatinya bermula dari asumsi tentang kelemahan itu sendiri. Ubah cara pandang kita, niscaya kita temukan banyak hal yang bisa dijadikan sebagai kekuatan.

6 thoughts on “Gnothi Seauthon

  1. mengenal diri sendiri”‘sesuatu hal yang fitrah yang d gariskan Tuhan,, terkadang kita dalam kehidupan kerap dan cenderung melenceng dari jalur yg seharusnya sehingga membuat pandaangan akan diri kita menjadi buram,,”!

  2. Untuk meneliti dan mengenal diri sendiri itu, maka jasad dapat dimisalkan sebagai suatu kerajaan. Dan roh sebagai Rajanya yang berkuasa dan dialah yang mengatur jasmani. Jasmani adalah sebagai suatu Kerajaan dalam bentuk Alamuasyahadah atau Alam Nyata. Seluruh badan jasmani akan hancur binasa setelah mati, tetapi hakikat Roh dan jiwa tidak akan mati, ia tetap tinggal dalam Ilmu Allah. Dan Rohani / Jiwa adalah sebagai Raja dalam bentuk Alam Ghaib, maksudnya bahawa Roh / Jiwa itu adalah ghaib, keadaannya tidak terpisah-pisah, tidak terbatas oleh waktu dan ruang, tidak tentu tempatnya dalam sesuatu bahagian tubuh, oleh kerana itu maka setiap manusia adalah merupakan pemerintah di atas kerajaan kecil didalam dirinya sendiri. Sungguh benar sekali istilah yang menyebutkan bahawa ”Manusia itu adalah mikromos” atau dunia kecil dalam dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s