Pilih-Pilih Kontrakan

rumah

Baru-baru ini saya pindah kontrakan. Ketika saya laporan ke keluarga harga kontrakan 35 juta/tahun, umumnya bilang kemahalan. Benarkah?

Untuk keluarga kecil dan baru merintis karier seperti saya, sepintas memang kemahalan. Rumah berlantai dua yang saya kontrak itu terdiri dari taman kecil, ruang tamu, dapur, ruang keluarga, tiga kamar tidur, balkon, gudang, dan tiga kamar mandi. Untuk rumah satu lantai dengan spesifikasi serupa, sebelumnya saya hanya perlu mengeluarkan 7,5 juta/tahun.

Lho, kok ngambil yang lebih mahal?

Begini Hitung-Hitungannya

Sebelumnya saya mau konfirmasi. Tulisan ini sengaja saya tulis di blog. Bukan untuk gaya-gayaan, toh bagi sebagian orang yang lain harga 35 juta/tahun itu murah. Alasannya lebih karena ingin berbagi inspirasi, siapa tahu ada teman-teman yang mengalami persoalan seperti saya.

Sebelumnya saya tinggal di Cimahi. Setiap hari, saya menggunakan mobil untuk berangkat ke kantor di Bandung. Waktu tempuh rumah-kantor sekitar 1 jam pada pagi hari, sedangkan kantor-rumah sekitar 1,5 jam pada sore hari. Biaya bensin sekitar 200-300 ribu per pekan. Jarak Cimahi-Bandung sebenarnya tidak jauh. Andai tidak macet, mungkin maksimal hanya butuh waktu sekitar 30 menit.

Dengan pembulatan hitungan bensin dan jumlah hari dalam setahun, berikut hitung-hitungannya:

1

Masalahnya, kontrakan saya yang lama merupakan daerah banjir. Meski air tidak sampai menghanyutkan barang-barang, tapi jalanannya jadi kotor karena lumpur. Karenanya saya berencana pindah ke daerah bebas banjir di daerah Cimahi juga. Berikut hitungannya:

2

Sekarang saya tinggal di bandung. Kondisi rumah sangat nyaman, insya Allah bebas banjir, tempatnya strategis, dan hanya butuh sekitar 30 menit ke kantor. Dengan pembulatan hitungan bensin dan jumlah hari dalam setahun, berikut hitungannya:

3


Menentukan Pilihan

Nah, sudah ada tiga opsi: tetap di kontrakan lama yang banjir, pindah ke daerah bebas banjir tapi tetap di Cimahi, atau pindah ke Bandung. Opsi pertama langsung dieliminasi. Pilihannya pasti jatuh pada daerah bebas banjir. Lalu, tetap di Cimahi atau pindah ke Bandung?

Dilihat dari total pengeluaran setahun, ada selisih sekitar 3 jutaan. Sebenarnya itu selisih yang bisa ditiadakan karena angkanya kecil. Namun, jika ingin dirasionalkan, inilah alasannya: menghindari macet! Kalaupun masih kena macet, relatif dalam waktu yang singkat.

Andai saya memilih daerah lain di Bandung dengan harga yang lebih murah, kemungkinan saya terjebak macet juga. Ujung-ujungnya total pengeluaran setahun bisa lebih mahal. Nah, untuk apa pindah ke Bandung kalau aktivitas sehari-hari kena macet juga? Dengan menghindari stress akibat macet, harapannya dapat lebih rileks, produktif, kreatif. Wallahu’alam.

5 thoughts on “Pilih-Pilih Kontrakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s