Menulis Itu Menguatkan!

SpinglerGerman03

Pada tahun 1939 terjadi perang antara Jerman dan Polandia.  Pasukan Jerman yang dipimpin oleh Jenderal Guderian menggunakan strategi Blitzkrieg. Sebuah strategi yang fokus pada kekuatan, kecepatan menyerang, dan berusaha meraih keberhasilan operatif sesegera mungkin.

Saat itu Jerman memiliki banyak tank. Maka Jerman fokus pada kekuatan tank. Penggempuran utama juga dilakukan dengan menggunakan tank. Ini suatu terobosan. Karena saat itu, biasanya tank hanya dipakai untuk melapisi pasukan infanteri.

Ternyata stretegi Jerman ini berhasil. Dalam waktu sekitar satu bulan, Jerman sukses menuntaskan perlawanan Polandia. Akibatnya, seluruh daerah Polandia dikuasai Jerman (dan Uni Sovyet).

Saya yakin, sebelum perang berlangsung, pasti ada strategi yang disusun. Saat penyusunan stretegi, pastilah ada proses penulisan stretegi. Dalam kasus ini, langkah besar yang akan dijalankan oleh Jerman, ditulis dulu dalam bentuk strategi.

Saya maklum tentang itu. Rencana besar memang sebaiknya ditulis. Gunanya, pertama, untuk melihat gambaran makro. Kedua, mengingatkan langkah-langkah. Ketiga, memperkuat tekad.

Lalu, bagaimana dengan kegiatan sehari-hari? Haruskah menulis agenda rutin? Apakah penulisan rencana dapat memperkuat tekad untuk menjalankan rencana tersebut?

Menulis Rencana dan Rencana Menulis

Setiap orang pasti punya pandangan berbeda. Tapi mulanya saya berpikir bahwa menulis agenda rutin di awal bulan itu hanya sekadar rutinitas. Agenda rutin yang saya maksud, misalnya menulis setiap hari, tilawah setiap hari, olah raga setiap pekan, dan lain sebagainya. Entah tepat entah tidak, saya menyebutnya resolusi bulanan.

resolusi

Bulan-bulan sebelumnya saya selalu menulis resolusi bulanan di kertas A4. Lalu saya pajang di ruang kerja. Kertas itu kadang saya lihat, kadang tidak. Sepertinya lebih sering tidaknya. Tapi saya selalu mengingatnya.

Untuk evaluasi, saya lakukan sambil jalan. Apa target yang tidak saya capai hari ini, kenapa tidak tercapai, dan apa kendalanya. Kalau sudah dianalisis, biasanya besoknya saya jadi semangat untuk mencapai target tersebut. Well, setidaknya itulah usaha saya untuk menjaga kualitas.

Nah, kembali ke resolusi yang saya tulis di atas kertas itu. Saya pikir, untuk apa saya menuliskannya? Kertasnya juga jarang dilihat. Sudah ingat juga, kan, apa yang mesti dilakukan?  Maka bulan ini saya tidak menuliskannya. Apa yang terjadi?

Tadaaaa! Beberapa target harian tidak tercapai. Karena target harian tidak tercapai, maka target bulanan jadi berantakan. Kok bisa?

Ternyata, ada energi lebih ketika saya menuliskan apa yang ingin saya lakukan. Ada motivasi untuk mewujudkan apa yang telah saya tuliskan. Ya, menulis memang bukan sekadar menyusun huruf jadi kata, atau kata jadi kalimat. Lebih dari itu, menulis itu menguatkan! Wallahu’alam.

8 thoughts on “Menulis Itu Menguatkan!

  1. Hai Kang Dedi🙂
    Yang kemaren bersua di Dago kah?
    Senengnya akhirnya bisa ketemuan juga di dunia maya🙂

    Setuju banget kang dengan menuliskan target yang pengen kita capai…
    Masalah terwujud ato gak mah urusan nanti,
    yang penting kan udah diniatin…hihihi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s