Pura-pura Kaget, Pura-pura Kesal

Entah cuma perasaan saya, entah memang kenyataannya. Belakangan saya makin sering menemukan orang-orang yang pura-pura kaget. Namanya juga pura-pura, ya, tentu ga beneran.

Misalnya, ada orang yang bilang ke temannya. “Cieee, yang abis makan bakso!” Lantas temannya itu bilang, dengan mimik kaget tentu, “Eh, kok tau?”

Apa orang yang pertama itu cenayang? Apa dia intel? Atau… jangan-jangan ada chip yang menempel di baju orang yang makan bakso itu – seperti adegan di film detektif?

Jangan serumit itu mikirnya. Simple kok! Orang yang makan bakso itu ternyata sharing gambar semangkuk bakso di akun Twitter, Facebook, atau Instagram-nya. Plus embel-embel: Emmm, lagi makan bakso, nih!

Sudah sejelas itu orang yang makan bakso itu nyebar informasi. Dan orang yang makan bakso itu masih pura-pura kaget ketika dikonfirmasi? Preeet!

Itu kenapa saya bilang “pura-pura”. Orang itu yang nyebar informasi tentang dirinya, terus dia sendiri yang pura-pura kaget. Apa perlu orang-orang yang punya akun media sosial itu diberi tahu hal-hal dasar? Misalnya, segala hal yang ditulis di media sosial, itu akan menjadi konsumsi publik. Ah, ga perlu dikasih tahu, lah, ya! Ops, terus, yang barusan saya tulis ini apa? hehe.

Selanjutnya, ada lagi orang yang pura-pura kesal ketika digoda atau diledek. Catat, kembali saya bilang “pura-pura”. Jenis orang yang begini, tentu lebih bikin jengkel. Karena dia sendiri yang “minta” diledek, eh, ketika diledek, kok, malah kesal. Cem mana pula ini!

Contohnya, ada lajang yang upload foto sepasang suami istri yang saling suap makanan setelah ijab-kabul. Foto itu dikasih embel-embel, “Duuuh, mesranyaaa… andaikan….” Terus, komentar berdatangan seperti semut ketemu gula. Komentar-komentar seperti, “Prikitiew, mau juga, ya?”, “Ehem, kapan, nih, nyusul?”, “Ditunggu, undangannya <3”, jadi tidak terhindarkan.

Wajar, dong, orang-orang berkomentar. Sudahlah jomblo, ngupload foto orang lagi mesra-mesraan, plus embel-embel kata yang mengundang komentar orang lain. Kenapa mesti menunjukkan ekspresi kesal, sih? Seperti saya bilang, itu sudah seperti semut ketemu gula.

Terus, orang yang upload foto jadi terkesan kesal, jengkel, bahkan marah. “Eh, kok kalian KEPO banget, sih?!” Gitu komentarnya. Really really preeett banget, kan?

Dua contoh di atas saya bilang pura-pura. Maksudnya, orang yang menunjukkan ekspresi kaget atau marah itu sekadar akting. Dalam hati, mah, merasa senang karena dikomentari oleh banyak orang.

Apa tidak ada kemungkinan bahwa orang-orang itu kaget dan jengkel sungguhan? Sangat besar kemungkinannya. Tapi, mestinya komentar dari banyak orang itu sudah bisa diprediksi. Jadi, tidak perlu benar-benar kaget atau kesal ketika mendapat komentar dari banyak orang. Begeeetooo!

Dedi Setiawan

Manhattan Hotel, Jakarta

2 thoughts on “Pura-pura Kaget, Pura-pura Kesal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s