Seperti Menilai Kecepatan Ferrari di Tengah Kemacetan Jakarta!

ferrari

Kadang orang menilai Islam berdasarkan perilaku pemeluknya. Lebih spesifik lagi, berdasarkan perilaku orang Islam yang berada di sekitarnya. Lebih spesifik lagi, berdasarkan perilaku teman-teman dekatnya yang beragama Islam. Sehingga ketika orang-orang di lingkungan terkecilnya itu berperilaku jelek, maka ia anggap Islam juga jelek. Tepatkah?

Meski tidak pas benar, saya pikir ini seperti menilai kecepatan Ferrari seri terbaru di tengah-tengah kemacetan Jakarta. Ketika jet darat itu bersebelahan dengan Honda-Astrea tahun ‘80an –dan sesaat kemudian motor butut itu mendahului mobil buatan Italia itu, lalu Anda anggap Ferari merupakan mobil yang lambat. Begitu? Ah, yang benar saja!

Kekacauan logika seperti ini setidaknya disebabkan dua hal, yaitu tidak luasnya pengetahuan dan kemalasan. Tapi mohon maaf, saya tidak terlalu suka membahas dua hal ini. Karena selain memang sudah jelas, saya lebih tertarik melakukan evaluasi internal.

Individu yang memeluk Islam, idealnya memang menjadi duta Islam. Karena pemeluk Islam punya kewajiban untuk menjalankan ajaran Islam secara sempurna. Namun, kesempurnaan ajaran Islam tidak dapat serta-merta tercermin dari perilaku pemeluknya. Penyebabnya karena keterbatasan individu itu sendiri. Atas kenyataan keterbatasan itu, tidak perlu bersedih. Karena yang dituntut adalah usaha sungguh-sungguh untuk menjalankan ajaran Islam. Proses dalam mencapai tujuan itu yang paling penting.

Lagi pula, meski menilai Islam berdasarkan perilaku individu merupakan sesuatu yang tidak tepat, kita tidak bisa mencegah orang lain melakukannya. Dan memang tidak produktif juga untuk mencegah orang lain melakukan penghakiman tersebut. Daripada sibuk berdebat tentang itu, lebih baik sibuk perbaiki diri. Sebisa mungkin berusaha menjalankan ajaran Islam.

Lantas, kenapa saya membuat tulisan ini? Baiklah, kalau begitu, saya akan berhenti di sini!😉

One thought on “Seperti Menilai Kecepatan Ferrari di Tengah Kemacetan Jakarta!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s