Api dalam Rumah Tangga

api cinta

Perasaan saya hampir selalu berantakan setiap mendapat cerita tentang rumah tangga yang tidak harmonis. Ada yang selingkuh, ada yang ringan tangan, ada yang diadu domba oleh keluarga besar, dan sederet masalah lainnya. Saya sedih, geram, pilu, benci, tapi… tetap tak bisa bantu banyak.

Pastilah banyak sebab kenapa sebuah keluarga tidak harmonis. Namun keributan-keributan besar bisa jadi bermula dari masalah kecil yang diberi ruang untuk menjadi besar. Mungkin ini seperti api. Api yang mulanya kecil, bisa bertahan lama bahkan membumbung ketika diberi ruang untuk menjadi besar. Api kecil itu mulanya mungkin bisa menghangatkan dan menjadi “berkah”. Tapi ketika api itu membumbung dan membakar rumah kita, nah, itu musibah! Baca lebih lanjut

Selamat Tahun Baru 2014

Saya benar-benar tidak menyangka, tulisan “Berhentilah Sebentar, Kawan” menjadi postingan saya yang terakhir sejak Oktober 2013 lalu. Sejak saat itu, ternyata saya tidak posting tulisan lagi, saya “berhenti”. Untungnya “berhenti” di situ bukan berhenti menulis. Saya tetap menulis. Hanya saja, setiap mau posting di blog, kok, tidak sempat-sempat.

Oke, saya memang sudah meniatkan untuk tidak menjadikan tulisan tersebut sebagai tulisan terakhir di tahun 2013. Maka kemudian saya posting tulisan ini hehe.

Well, selamat tahun baru 2014. Semoga di tahun ini, kita bisa lebih baik lagi, lebih produktif dalam kebaikan yang berguna untuk kebaikan. Aamiin 🙂

Berhentilah Sebentar, Kawan

DSC_0170

Jika kau merasa hidup ini sudah terlalu sesak dengan agenda hingga tak sempat berpikir. Jika kau merasa hidup ini sudah terlalu semrawut dengan berbagai ketidakjelasan. Jika kau merasa hidup ini hanya mengulangi hari demi hari…. Maka kau harus insaf: itu tanda ketidakberesan.

Berhentilah sebentar, Kawan.

Ini hidup kita yang jalani. Hidup yang bertahun-tahun ini, harusnya dapat kita nikmati. Bisakah kau bayangkan sakitnya hidup dalam ketidaknyamanan selama bertahun-tahun? Baca lebih lanjut

Membicarakan Masalah

Pak tua asal Jerman itu benar ketika dia mengingatkan, “Don’t lose time to talk to much about the problem.” Ya, punya masalah itu sendiri sudah merupakan satu masalah. Jangan ditambah lagi jadi dua, tiga, empat, dan seterusnya dengan terlalu banyak membicarakan masalah tersebut. Terlalu banyak membicarakan masalah bisa berakhir pada tindakan buang-buang energi. Bahkan, bisa-bisa malah lupa permasalahan awalnya.

Sebenarnya ada pertanyaan pribadi yang ingin saya tanyakan ke dia: Bagaimana cara bapak menjalani hari-hari untuk menyelesaikan permasalahan yang sepertinya tak kunjung selesai — yang jangankan selesai, membicarakan masalahnya itu sendiri bisa jadi berlarut-larut? Bagaimana bisa bapak bersabar menjalani itu semua? Baca lebih lanjut

Memenangkan Komitmen di Atas Goda

rantai

 

 

Bilal bin Rabah. Lelaki hitam dari Habasyah itu memang bikin keki. Apa pasal?

Suatu hari cahaya Ilahi datang menyapanya. Ia takjub, bersyukur, lalu menyatakan keislaman kepada Muhammad. Saat itu ia masih berstatus sebagai budak Umayah bin Khalaf.

Umayah jelas tak suka dengan keberhasilan dakwah Muhammad. Apalagi keberhasilan ini menyentuh harga dirinya sebagai orang Quraisy Baca lebih lanjut