Memohon Pertolongan Allah

solat

Kemarin-kemarin saya sempat kesulitan solat subuh berjamaah di masjid. Jangankan bangun di sepertiga malam yang akhir, bangun saat adzan subuh saja susahnya minta ampun.

Mulanya saya menganggap ini hal yang “biasa”. Tapi ketika kejadian ini berlangsung beberapa waktu, saya mulai gelisah. Waduh, ada apa ini? Masak untuk sesuatu yang disuruh merangkak pun seharusnya saya mau melakukannya, ini malah tidak bisa? Bagaimana ini?

Baca lebih lanjut

Iklan

Memenangkan Komitmen di Atas Goda

rantai

 

 

Bilal bin Rabah. Lelaki hitam dari Habasyah itu memang bikin keki. Apa pasal?

Suatu hari cahaya Ilahi datang menyapanya. Ia takjub, bersyukur, lalu menyatakan keislaman kepada Muhammad. Saat itu ia masih berstatus sebagai budak Umayah bin Khalaf.

Umayah jelas tak suka dengan keberhasilan dakwah Muhammad. Apalagi keberhasilan ini menyentuh harga dirinya sebagai orang Quraisy Baca lebih lanjut

Pada Pohon Kita Belajar

Ada orang-orang yang memperlihatkan amalan ibadahnya. Ada yang memperlihatkan solatnya, tilawahnya, shaum-nya, sedekahnya, dan lain sebagainya. Salah, kah? Bagi saya tidak, meski ada orang-orang yang mempermasalahkannya.

Orang-orang yang mempermasalahkan itu bisa jadi karena beranggapan bahwa orang tersebut pamer. Benarkah demikian? Saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya percaya bahwa segala amalan itu kembali ke niatnya. Dan niat yang di dalam hati itu sulit dilihat secara jelas oleh orang lain. Makanya, daripada terjebak dalam prasangka, saya memilih untuk tidak mempermasalahkannya. Dan lagi, orang-orang yang mempermasalahkan itu, belum tentu ibadahnya lebih baik, bahkan terbuka kemungkinan lebih buruk.  Baca lebih lanjut

Orasi Perdana Anis Matta Sebagai Presiden PKS

Jumat, 1 Februari 2013, Anis Matta terpilih sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam orasi perdananya, pria kelahiran 28 September 1968 di Bone, Sulawesi Selatan itu menekankan ada tiga syarat untuk melalui hari-hari sulit yang melanda partainya. Tiga syarat itu adalah pertolongan Allah, ukhuwah, dan kerja keras.  Berikut isi lengkap orasinya:

 

Bismillahirrahmanirrahim
Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Keua Majelis Syuro yang mengambil keputusan sangat kilat dan cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden Luthfi Hasan Ishaaq.

Saya juga ingin mengucapkan penghargaan pada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Jika ia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Seluruh pengurus, pemimpin, dan kader PKS mencintai beliau. Kita percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh. Tapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan menghancurkan partai ini. Baca lebih lanjut

Sepotong Rabithah di Suatu Ashar

Hari sudah Ashar. Langit terang. Cuaca tidak terik, juga tidak mendung.

Sambil mengendarai motor keluaran sepuluh tahun lalu, saya mendendang sebuah lagu. Rabithah, dari Izzatul Islam (Izzis). Acak saja memilihnya. Sedapatnya saja.

Sampailah saya di lirik ini:

Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman

Dan indahnya tawakal pada-Mu Baca lebih lanjut

Syukur

Atas segala nikmat yang dititipkan Allah kepada kita, sudah semestinya kita bersyukur. Dititipkan, ya, karena memang semuanya “hanya” titipan. Akan ada masa ketika segala kenikmatan kembali diambil oleh Sang Pemilik. Dan kita bersyukur bahwa Allah percaya menitipkan nikmatnya kepada kita.

Dititipkan, ya, karena memang pada akhirnya semua akan lepas dari genggaman. Kalaupun tak lepas, minimal kita tak dapat menikmatinya lagi. Misalnya, kekayaan bisa jadi tetap melimpah, mau makan enak segala menu tinggal pesan ke koki. Tapi ketika gigi sudah tanggal satu per satu, lidah mulai tak cakap mengecap, lambung malah sering membuat limbung… apa mau dikata, batas-batas kenikmatan telah ditampakkan.

Dan kita bersyukur karena dipercaya Allah untuk merasakan nikmatnya, untuk kemudian dimaksimalkan bagi sebesar-besar kepentingan umat. Meski tak selalu pas, bolehlah kita ambil sebuah amsal. Ibarat teman yang menginvestasikan uangnya kepada kita. Kita tentu senang karena dia Baca lebih lanjut

Anak Muda, Film, & Dakwah

Anak Muda, Film, dan Dakwah”, begitu nama acara yang diadakan oleh FLP (Forum Lingkar Pena) Bandung bareng Salman Films pada hari minggu, 21 September 2008. Ketika membaca judul acara ini, saya teringat suatu ungkapan yang luar biasa: nahnu du’at qobla syai’in (kita adalah da’I sebelum menjadi apapun juga). Wow, spirit keikhlasan dan identitas yang luar biasa. Menggetarkan!

Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” Aihhh, penggalan surat Al-Kahfi yang dibaca pas tilawah di awal acara ini seolah mau bilang ke kita, “eh, manusia…. Ilmu ente tuh ga’ seberapa! Jadi jangan sombong!”. Oiya, ada juga persembahan nasyid dari tim nasyid SMU PGII 2. Kerenz…. !

Acara ini juga diawali dengan teaterikal puisi karya Harun Hashim Rashid, yang terjemahannya berjudul “Orang Palestina”, oleh Kang Topik, plus 10 orang pemuda-pemudi sebagai simbol perjuangan dan perlawanan rakyat palestina. Nah, salah satu dari 10 orang itu, ada anak IT Telkom juga (anak teknik nyasar ke seni???), namanya Dedi Setiawan (hohoho, yang ini sih narsis ^_^).

Hare gene masih ngurusin Palestina??? Ya iya lah! Wajib Kudu bin Harus! Sebagai anak gaul, kita harus tau klo orang islam tuh bersaudara, bahasa kerennya sih innamal mukminu na ikhwah! Ga’ peduli deh ama yang namanya bates wilayah, klo dia orang islam,ya kita bela! Kita mau berbagi semangat. Kita juga mau bilang ke dunia, bahwa jauh dari tanah palestina yang tertindas, di negeri bernama Indonesia ini masih ada orang-orang yang peduli dengan sesama saudaranya.

Nah, akhirnya acara talkshow dimulai juga. Acara ini dimoderatori oleh M. Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP). Berikut ini pesan-pesan yang bisa saya simpulkan dari para pemateri : Baca lebih lanjut