Sepotong Rabithah di Suatu Ashar

Hari sudah Ashar. Langit terang. Cuaca tidak terik, juga tidak mendung.

Sambil mengendarai motor keluaran sepuluh tahun lalu, saya mendendang sebuah lagu. Rabithah, dari Izzatul Islam (Izzis). Acak saja memilihnya. Sedapatnya saja.

Sampailah saya di lirik ini:

Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman

Dan indahnya tawakal pada-Mu Baca lebih lanjut

Iklan