Arsitek Rumah Tangga Itu Bernama Ayah

saya n\' papa

Setiap bangunan megah di muka bumi, selalu dibangun oleh seorang arsitek. Bangunan peradaban saat ini pun dibangun oleh arsitek berjiwa besar dengan kontribusi yang besar juga. Arsitek-arsitek itu mungkin tak selalu memiliki nama besar dan terkenal, tapi arsitek-arsitek peradaban itu tersebar di luas di tempat umum, atau menyusup di tempat-tempat sempit. Tidak peduli di mana tempatnya, nyatanya mereka tetap memberi kontribusi yang besar untuk bangunan peradaban ini.

Masing-masing bangunan ada arsiteknya sendiri. Begitu juga dengan rumah tangga, arsiteknya tak lain tak bukan adalah seorang ayah. Di rumah saya, arsitek itu dipanggil “papa”. Papa, seorang seorang yang darinya saya banyak belajar tentang ketegasan, sikap pantang menyerah, menjadi lebih berani, dan berbagi cinta kasih. Bahkan secara tidak disadari (Alhamdulillah sekarang sudah sadar ^^), salah satu kontributor konsep “motivasi tiada henti” dalam diri saya adalah beliau, ayah saya.

Di malam-malam yang sepi, kadang kami ngobrol bersama, sambil minum teh hangat. Beliau bercerita tentang perjuangan keras yang beliau hadapi. Bercerita tentang masa-masa sulit, masa-masa harus Baca lebih lanjut