Membicarakan Masalah

Pak tua asal Jerman itu benar ketika dia mengingatkan, “Don’t lose time to talk to much about the problem.” Ya, punya masalah itu sendiri sudah merupakan satu masalah. Jangan ditambah lagi jadi dua, tiga, empat, dan seterusnya dengan terlalu banyak membicarakan masalah tersebut. Terlalu banyak membicarakan masalah bisa berakhir pada tindakan buang-buang energi. Bahkan, bisa-bisa malah lupa permasalahan awalnya.

Sebenarnya ada pertanyaan pribadi yang ingin saya tanyakan ke dia: Bagaimana cara bapak menjalani hari-hari untuk menyelesaikan permasalahan yang sepertinya tak kunjung selesai — yang jangankan selesai, membicarakan masalahnya itu sendiri bisa jadi berlarut-larut? Bagaimana bisa bapak bersabar menjalani itu semua? Baca lebih lanjut

Iklan

Memenangkan Komitmen di Atas Goda

rantai

 

 

Bilal bin Rabah. Lelaki hitam dari Habasyah itu memang bikin keki. Apa pasal?

Suatu hari cahaya Ilahi datang menyapanya. Ia takjub, bersyukur, lalu menyatakan keislaman kepada Muhammad. Saat itu ia masih berstatus sebagai budak Umayah bin Khalaf.

Umayah jelas tak suka dengan keberhasilan dakwah Muhammad. Apalagi keberhasilan ini menyentuh harga dirinya sebagai orang Quraisy Baca lebih lanjut

Pada Pohon Kita Belajar

Ada orang-orang yang memperlihatkan amalan ibadahnya. Ada yang memperlihatkan solatnya, tilawahnya, shaum-nya, sedekahnya, dan lain sebagainya. Salah, kah? Bagi saya tidak, meski ada orang-orang yang mempermasalahkannya.

Orang-orang yang mempermasalahkan itu bisa jadi karena beranggapan bahwa orang tersebut pamer. Benarkah demikian? Saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya percaya bahwa segala amalan itu kembali ke niatnya. Dan niat yang di dalam hati itu sulit dilihat secara jelas oleh orang lain. Makanya, daripada terjebak dalam prasangka, saya memilih untuk tidak mempermasalahkannya. Dan lagi, orang-orang yang mempermasalahkan itu, belum tentu ibadahnya lebih baik, bahkan terbuka kemungkinan lebih buruk.  Baca lebih lanjut

Senang Tanpa Alasan

 

Fadhil-Dedi

Fadhil-Dedi

Ashar yang cerah. Saya bergegas menuju masjid. Tidak sendiri. Ada Fadhil di samping saya.

Terlihat jelas usaha bocah 9 tahun itu menyejajari langkah saya. Sesekali dibetulkannya letak sarung yang mulai kedodoran. Perut gendutnya goyang-goyang. Wajar, berat badannya 45 kilo! Agak geli juga saya melihatnya.

Iseng, saya tanya dia, “Seneng ga punya adek baru?” Baca lebih lanjut

Menunggu Lebaran Kuda

Hari ini SBY minta maaf secara terbuka karena negara tetangga jadi ber-ASAP. Bagus? Entahlah. Tapi, menurut saya, sebelum meminta maaf ke negara tetangga, harusnya SBY minta maaf dulu ke rakyatnya. Dari kemarin-kemarin rakyat teriak-teriak karena dapurnya sulit mengepulkan ASAP, harga BBM naik, keamanan yang tidak terjamin, korupsi yang menggurita, dan sejumlah permasalahan yang timbul akibat lemahnya kepemimpinan!

Sungguh saya berharap SBY tampil di depan umum, menyampaikan pidato yang isinya lebih kurang seperti ini: “Baiklah rakyatku, atas Baca lebih lanjut

Pembuktian Mourinho

mourinho_telegraph

 

Orang-orang bilang Mourinho gagal. Bisa jadi iya. Apalagi kalau yang dijadikan ukuran adalah pencapaian pada Liga Champion 2013. Jelas, langkah Real Madrid yang ditukangi pelatih asal Portugal itu terhenti di semi-final. Tapi benarkah Mourinho gagal?

Saya pribadi justru memandang sebaliknya. Pada laga Madrid vs Dortmund itulah pembuktian kapasitas Mourinho. Mourinho tetaplah The Special One. Setidaknya mengacu pada beberapa hal.

Pertama, Mou –sapaan Mourinho, berhasil memperbaiki mental pemain Madrid. Setelah keok 4-1 di leg pertama, tentu bukan pekerjaan mudah Baca lebih lanjut